Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) kini menjadi rumah bagi setidaknya 51 individu macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Angka ini terungkap melalui survei kamera pengintai yang dilakukan di kawasan hutan lindung tersebut.
Penelitian yang berlangsung sejak 2021 hingga 2023 ini berhasil mengidentifikasi 51 macan tutul yang berbeda. Keberhasilan ini tidak lepas dari penggunaan teknologi kamera jebak (camera trap) yang dipasang di berbagai titik strategis di dalam kawasan TNGHS. Menurut data Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sebanyak 110 unit kamera pengintai dikerahkan selama periode survei.
Hasil survei menunjukkan bahwa jumlah macan tutul yang terdeteksi jauh melebihi perkiraan awal. Kepala Balai TNGHS, Asep Suganda, menyatakan, “Kami berhasil mengidentifikasi 51 individu macan tutul Jawa yang berbeda. Ini adalah kabar baik bagi konservasi spesies yang terancam punah ini.” Ia menambahkan bahwa temuan ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai keberadaan dan distribusi macan tutul di salah satu paru-paru hutan terpenting di Pulau Jawa.
Survei ini merupakan bagian dari upaya konservasi yang lebih luas untuk memantau dan melindungi populasi satwa liar langka, khususnya macan tutul Jawa. Macan tutul Jawa sendiri merupakan salah satu subspesies macan tutul yang habitatnya semakin terdesak akibat fragmentasi hutan dan perburuan. Keberadaan mereka di TNGHS menjadi indikator penting kesehatan ekosistem hutan.
Kamera pengintai yang dipasang berhasil merekam gambar macan tutul dalam berbagai aktivitasnya, mulai dari berburu, berjalan, hingga beristirahat. Data dari rekaman tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode identifikasi individu berdasarkan pola totol unik pada tubuh setiap macan tutul. “Setiap individu memiliki pola totol yang berbeda, seperti sidik jari pada manusia. Dengan analisis pola ini, kami bisa membedakan satu individu dengan individu lainnya,” jelas salah satu peneliti yang terlibat dalam survei.
Temuan ini disambut baik oleh para pegiat konservasi. Mereka berharap agar upaya perlindungan habitat macan tutul Jawa di TNGHS dapat terus ditingkatkan. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan satwa liar juga perlu digalakkan untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ikonik ini di masa depan.
