Pontianak, 28 Agustus 2026 – Tunggal putra Indonesia, Richie Duta Richardo, berhasil melangkah ke babak semifinal dalam ajang POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 setelah mengalahkan Cheng Ju-Sheng dari Chinese Taipei di perempat final. Sementara itu, rekan senegaranya, Bismo Raya Oktora, harus menghentikan langkahnya di babak yang sama.
Pertandingan perempat final nomor tunggal putra, Richie Duta Richardo berhadapan dengan Cheng Ju-Sheng. Richie mampu menunjukkan permainan impresif dan memetik kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-13. “Performa hari ini cukup baik, hanya mungkin untuk start awalnya saja masih agak ragu,” ujar Richie usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa lawannya menunjukkan perubahan dalam gaya bermainnya dibandingkan pertemuan sebelumnya. “Dia lebih siap serangan balik saya dan lebih tahan rally-nya. Tapi mulai pertengahan saya coba lebih sabar, konsisten dan tidak banyak mati sendiri.”
Memasuki semifinal, Richie bertekad untuk terus fokus dan menjaga kondisinya. “Di semifinal saya tidak mau berpikir terlalu banyak dulu, yang penting siapkan lagi fokusnya, kondisinya biar bisa tampil maksimal,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan penonton. “Dukungan penonton di arena luar biasa, ini menambah energi saya.”
Nasib berbeda dialami oleh Bismo Raya Oktora yang merupakan unggulan ketiga. Bismo harus mengakui keunggulan Ginpaul Sonna, unggulan ketujuh asal India, dengan skor 10-21 dan 13-21. Bismo mengungkapkan bahwa ia kesulitan keluar dari tekanan selama pertandingan. “Kendala di lapangan hari ini saya nggak bisa keluar dari tekanan, saya kalah sama diri saya sendiri,” tuturnya. Ia merasa permainannya sempat bingung dan banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuatnya semakin ragu untuk melakukan pukulan. “Serba salah mau melakukan pukulan apa.”
Bismo juga mengakui kualitas permainan lawan yang dinilainya cukup bagus dan alot. “Di sisi lain, tunggal India cukup bagus dan cukup alot,” katanya. Ia merasa pemulihan fisiknya tidak maksimal setelah melakoni tiga pertandingan sebelumnya yang berakhir rubber game. “Saya merasa recovery saya tidak maksimal setelah tiga kali main rubber, rasanya cukup melelahkan. Ini jadi bagian evaluasi terbesar,” pungkasnya.
