Sunday, 30 August 2026
BREAKING
BADMINTON

Ganda Putra Indonesia Dominasi Semifinal POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Oleh Wibowo August 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pontianak, 28 Agustus 2026 – Kejuaraan bulu tangkis POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 dipastikan akan menggelar partai semifinal ganda putra yang seluruhnya dihuni wakil Indonesia. Kepastian ini diraih setelah dua pasangan Merah Putih berhasil melaju ke babak empat besar pada pertandingan perempat final yang berlangsung hari ini.

Pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino menjadi salah satu yang mengamankan tiket semifinal. Mereka berhasil menyingkirkan ganda Chinese Taipei, Chang Ko-Chi/Chen Sheng Fa, dalam tiga gim menegangkan dengan skor 21-8, 15-21, dan 21-15. Rian Ardianto bersyukur pertandingan berjalan lancar tanpa cedera. “Alhamdulillah menyelesaikan pertandingan dengan tanpa cedera. Di pertandingan kali ini, menang dan kalah anginnya sangat berpengaruh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa di gim pertama, kondisi angin menguntungkan mereka sehingga memudahkan serangan. “Di gim pertama posisi kami menang angin sehingga enak sekali untuk melancarkan serangan, dari startnya sudah sangat bagus dan kami bisa mendominasi.” Namun, di gim kedua, mereka kesulitan beradaptasi dengan kondisi angin yang berbalik. “Di gim kedua kami belum bisa mencari solusi bagaimana mengatasi posisi kalah angin, banyak pengembalian bola yang terlalu mudah untuk lawan,” tambahnya.

Menghadapi semifinal, Rian/Daniel akan berhadapan dengan junior mereka di pelatnas, Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan. “Besok di semifinal bertemu junior di pelatnas, Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan. Mereka pasangan baru jadi akan tampil nothing to lose. Kami harus antisipasi percaya diri mereka,” kata Rian.

Sementara itu, Daniel Edgar Marvino menambahkan strategi mereka di gim penentuan. “Di gim penentuan kami langsung menyerang di sisi yang lebih baik dan itu bisa kami manfaatkan. Setelah interval kami tidak mau kembali mengikuti irama mereka, kami memaksa main bola pendek untuk meredam gaya mereka yang suka bermain bola panjang,” ungkapnya. Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada Rian. “Mas Rian selalu menjelma menjadi sosok teman seumuran kalau sudah di luar lapangan. Saya terinspirasi ingin seperti dia dalam hal prestasi,” tuturnya.

Pasangan ganda putra Indonesia lainnya yang berhasil melaju adalah Ikhsan Lintang Pramudya/Aquino Evano Keneddy Tangka. Mereka mengalahkan wakil Chinese Taipei, Bo-Yuan Chen/Ming Che Lu (unggulan ketiga), dengan skor akhir 21-23, 21-19, dan 21-17. Aquino Evano Keneddy Tangka mengakui sempat kehilangan fokus di gim pertama. “Di gim pertama memang ada kesempatan kami bisa ambil tapi saya terburu-buru dan malah hilang poin di situasi kritis,” katanya.

Meskipun demikian, ia bangga dengan pencapaian di debut turnamen ini. “Puji Tuhan di debut kami ini bisa melaju jauh. Senang bisa menciptakan all Indonesian semifinals,” ujar Aquino. Di babak semifinal, mereka akan menghadapi pasangan senior Yeremia/Patra. “Besok lawan senior (Yeremia/Patra) di semifinal, kami mau tampil lepas tanpa beban dan pastinya tidak mau kalah,” tekadnya.

Ikhsan Lintang Pramudya menyoroti mentalitas juang timnya di gim kedua. “Di gim kedua kami sudah tertinggal 14-18 tapi kami selalu berpikiran kalau belum game berarti belum selesai. Kami terus mencoba dan berhasil,” bebernya. Ia mengungkapkan kunci kemenangan mereka adalah menghindari permainan bola angkat. “Kunci kemenangan kami adalah membatasi untuk angkat bola karena smash-smash mereka kencang dan tajam, jadi fokus bermain pendek dan no lob,” tutup Ikhsan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp