Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa olahraga angkat beban, yang seringkali dianggap sekadar membentuk otot, ternyata memiliki peran signifikan dalam pencegahan kanker payudara. Aktivitas fisik ini terbukti mampu menekan peradangan dalam tubuh, sebuah faktor kunci yang kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit mematikan tersebut.
Temuan ini didukung oleh hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal EClinicalMedicine pada 19 April 2023. Para peneliti dari University of Pennsylvania menganalisis data dari lebih dari 1.200 wanita yang selamat dari kanker payudara. Studi ini menemukan adanya hubungan kuat antara peningkatan massa otot dan penurunan risiko kematian akibat kanker payudara.
Dr. Richard V. Lee, seorang ahli bedah onkologi dan peneliti utama studi ini, menekankan pentingnya latihan kekuatan. “Kami menemukan bahwa wanita yang memiliki massa otot lebih besar memiliki risiko kematian yang lebih rendah dari kanker payudara,” ujar Dr. Lee. Ia menambahkan bahwa latihan beban dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara dan mengurangi risiko kekambuhan.
Lebih lanjut, studi ini menyoroti bahwa latihan beban tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang sudah didiagnosis, tetapi juga sebagai strategi pencegahan. Dengan menjaga massa otot tetap optimal, tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan inflamasi kronis, yang merupakan salah satu pemicu utama perkembangan sel kanker. Kanker payudara sendiri merupakan jenis kanker yang paling umum didiagnosis pada wanita di seluruh dunia, menjadikannya isu kesehatan publik yang mendesak.
Meskipun demikian, para peneliti mengingatkan bahwa latihan beban perlu dilakukan secara rutin dan konsisten. “Bukan hanya soal mengangkat beban terberat, tapi lebih kepada konsistensi dalam melakukan latihan kekuatan,” jelas Dr. Lee. Ia menyarankan agar masyarakat, terutama wanita, mulai memasukkan latihan beban ke dalam rutinitas kebugaran mereka sebagai langkah proaktif dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara.
