Sunday, 30 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Analisis Ilmiah Ungkap Penyebab Runtuhnya Gletser Raksasa di Nepal

Oleh Herfansyah August 30, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Sebuah analisis mendalam oleh para ilmuwan kini mengungkap misteri di balik runtuhnya gletser raksasa di Nepal yang menimbulkan banjir dahsyat. Peristiwa dramatis ini, yang digambarkan oleh para ahli bagaikan ‘dipotong pisau’, terjadi pada tanggal 16 Mei 2023. Runtuhnya gletser tersebut memicu banjir bandang yang menghancurkan, meninggalkan jejak kehancuran di wilayah Nepal.

Para peneliti dari berbagai institusi, termasuk National Society for Earthquake Technology (NSET) Nepal dan Departemen Geologi Universitas Aarhus, Denmark, telah bekerja keras untuk memahami mekanisme di balik bencana ini. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience pada tanggal 19 Desember 2023 ini, memberikan gambaran rinci mengenai penyebab kejadian luar biasa tersebut.

Salah satu temuan kunci dari penelitian ini adalah bahwa runtuhnya gletser tersebut tidak disebabkan oleh gempa bumi, seperti yang awalnya diduga banyak pihak. Sebaliknya, para ilmuwan mengidentifikasi adanya aktivitas seismik yang jauh lebih kecil, yang dikenal sebagai ‘glacier seismicity’, sebagai pemicu utama. Aktivitas ini, menurut Dr. Jean-Baptiste Faure dari NSET, merupakan ‘getaran yang dihasilkan oleh pergerakan es, salju, dan air di dalam gletser itu sendiri’.

Lebih lanjut, analisis data seismik menunjukkan bahwa runtuhnya gletser ini terjadi secara tiba-tiba dan masif, tanpa adanya sinyal peringatan gempa bumi yang signifikan. Dr. Faure menjelaskan, “Kami mengamati sebuah peristiwa yang sangat cepat, di mana bagian besar dari gletser tiba-tiba terlepas dan jatuh ke lembah.” Gambaran ‘dipotong pisau’ ini mengacu pada sifat keruntuhan yang sangat tajam dan vertikal, menunjukkan kekuatan destruktif yang luar biasa.

Para peneliti juga menyoroti peran penting dari peningkatan suhu global dalam fenomena ini. Perubahan iklim telah menyebabkan pencairan gletser yang signifikan di Himalaya, melemahkan struktur es dan membuatnya lebih rentan terhadap keruntuhan. Meskipun studi ini tidak secara langsung mengaitkan runtuhnya gletser ini dengan perubahan iklim, para ilmuwan sepakat bahwa tren pemanasan global berpotensi meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian serupa di masa depan.

Temuan ini tidak hanya memberikan pemahaman ilmiah yang berharga, tetapi juga memiliki implikasi penting untuk manajemen risiko bencana di wilayah pegunungan. Dengan memahami lebih baik mekanisme keruntuhan gletser, pihak berwenang dapat mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif untuk melindungi komunitas yang tinggal di daerah rawan bencana.

Bagikan: Facebook X WhatsApp