Presiden China Xi Jinping angkat bicara mengenai bencana banjir bandang dan longsor yang melanda China dan Nepal pada Rabu (26/8). Pernyataan ini disampaikan menyusul dampak serius yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut di kedua negara.
Dalam instruksinya, Xi Jinping menekankan perlunya memprioritaskan keselamatan jiwa dan upaya penyelamatan korban. Ia memerintahkan seluruh jajaran pejabat daerah untuk segera mengerahkan sumber daya guna merespons situasi darurat ini. Fokus utama adalah pada penanganan bencana dan mitigasi dampak lebih lanjut.
Menurut laporan dari Xinhua, Xi Jinping secara khusus meminta agar upaya penyelamatan dan bantuan bagi para korban banjir menjadi prioritas utama. Ia juga menyerukan penguatan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa di masa mendatang. Komitmen ini mencerminkan kepedulian tertinggi terhadap warga yang terdampak.
Di sisi lain, Pemerintah China juga menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada Nepal yang turut dilanda bencana. Perdana Menteri Nepal, K.P. Sharma Oli, mengkonfirmasi bahwa banjir bandang dan longsor telah menyebabkan puluhan orang tewas dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. Ia menyebutkan, sekitar 100 orang dilaporkan tewas, dan lebih dari 30 orang masih hilang akibat bencana tersebut. Selain itu, 15.000 rumah dilaporkan rusak parah.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam percakapannya dengan mitranya dari Nepal, Pradeep Kumar Gyawali, menegaskan kesiapan China untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Nepal. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban bencana di Nepal. Wang Yi menyampaikan, “China siap memberikan dukungan yang diperlukan untuk membantu Nepal mengatasi kesulitan saat ini.”
Bencana ini terjadi di tengah musim hujan yang intens di wilayah tersebut. Laporan menyebutkan bahwa setidaknya 13 provinsi di China juga dilanda banjir yang menyebabkan kerugian signifikan dan memaksa evakuasi ribuan penduduk. Pemerintah China terus berupaya memobilisasi tim penyelamat dan mendistribusikan bantuan darurat ke wilayah-wilayah yang paling parah terkena dampak.
