Makkah, Arab Saudi – Puncak Menara Jam Makkah menjadi saksi bisu momen dramatis ketika kilatan petir menyambar dengan gagah di tengah badai yang melanda kota suci ini. Kejadian luar biasa ini berhasil terekam oleh lensa astronom Saudi, Mulham Hindi, yang kemudian membagikan potret langit Makkah yang membara.
Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu, 22 Oktober 2023. Dalam rekaman yang dibagikan oleh Mulham Hindi, terlihat jelas sambaran petir yang menerangi langit malam di atas kompleks Abraj Al-Bait, tempat Menara Jam Makkah berdiri menjulang. Sambaran tersebut seolah mengukir jejak cahaya di kegelapan, menciptakan pemandangan yang menakjubkan sekaligus menegangkan.
Mulham Hindi, yang memiliki minat mendalam pada fenomena astronomi dan cuaca, mengungkapkan kekagumannya atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa sambaran petir yang menghantam Menara Jam Makkah merupakan fenomena alam yang langka, terutama dengan intensitas dan visual yang terekam. “Subhanallah, sebuah keajaiban yang terekam,” ujar Mulham Hindi, menggambarkan momen tersebut sebagai sebuah anugugah visual yang patut disyukuri.
Menara Jam Makkah sendiri merupakan salah satu bangunan tertinggi di dunia dan menjadi ikon penting di kota suci Makkah. Ketinggiannya yang mencapai 601 meter membuatnya rentan terhadap sambaran petir, terutama saat badai petir terjadi. Namun, bangunan ini telah dirancang dengan standar keamanan yang tinggi, termasuk sistem penangkal petir yang canggih untuk melindungi strukturnya.
Badai yang melanda Makkah pada hari itu tidak hanya menyajikan fenomena petir yang spektakuler, tetapi juga membawa angin kencang dan hujan deras. Fenomena cuaca ekstrem ini adalah hal yang biasa terjadi di wilayah Arab Saudi, namun kali ini, peristiwa alam tersebut bertepatan dengan momen yang sangat visual, yaitu sambaran petir yang menyentuh salah satu struktur arsitektur paling ikonik di dunia Islam.
Rekaman Mulham Hindi dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, mengundang decak kagum dari masyarakat luas. Banyak yang menganggap momen tersebut sebagai simbol kekuatan alam yang luar biasa, sekaligus keindahan yang bisa tercipta dari fenomena meteorologi. Pengalaman ini menjadi pengingat akan kebesaran alam semesta dan kemampuan manusia untuk mengabadikan momen-momen langka melalui teknologi.
