Friday, 28 August 2026
BREAKING
DUNIA

Tragedi Maut: 14 Bayi Meninggal dalam Kebakaran Rumah Sakit di Islamabad

Oleh Heni Maulidya August 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah insiden tragis mengguncang Institut Ilmu Kedokteran Pakistan (PIMS) di Islamabad pada Selasa (17/1/2023). Kebakaran yang melanda ruang perawatan bayi baru lahir telah merenggut nyawa 14 orang bayi tak berdosa.

Api diduga berasal dari korsleting listrik di unit perawatan intensif neonatal (NICU) yang berada di lantai dasar gedung rumah sakit. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan dengan cepat untuk memadamkan api dan menyelamatkan para pasien, namun upaya tersebut tidak dapat mencegah hilangnya nyawa para bayi mungil tersebut.

Menurut Dr. Raja Amjad Mehmood, Direktur Jenderal Layanan Kesehatan di PIMS, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam setelah petugas tiba di lokasi. Ia menambahkan bahwa 14 bayi yang meninggal dunia berada di dalam inkubator saat peristiwa nahas itu terjadi. “Kami berupaya keras untuk menyelamatkan mereka, tetapi sayangnya asap tebal dan api yang cepat menyebar membuat kami tidak berdaya,” ujar Dr. Mehmood.

Selain 14 korban jiwa, beberapa bayi lainnya berhasil diselamatkan dan segera dipindahkan ke unit perawatan lain di rumah sakit yang sama. Pihak berwenang setempat menyatakan bahwa investigasi mendalam akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini dan mengevaluasi sistem keamanan di PIMS. “Kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,” tegas seorang pejabat kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, telah menyampaikan belasungkawanya yang mendalam atas tragedi ini. Beliau juga memerintahkan penyelidikan segera dan meminta laporan lengkap mengenai insiden tersebut. “Ini adalah kehilangan besar bagi keluarga yang berduka dan seluruh bangsa. Kami akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban,” katanya dalam sebuah pernyataan resmi.

Keluarga para korban yang berduka berkumpul di luar rumah sakit, diliputi kesedihan dan kemarahan. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit dan pemerintah atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa buah hati mereka. “Bagaimana mungkin sebuah rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru menjadi tempat kematian?” tanya seorang ayah yang kehilangan bayinya dengan suara bergetar.

Bagikan: Facebook X WhatsApp