Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Rupiah Tembus Rp17.723, Pasar Pantau Proyeksi Fitch untuk RAPBN 2027

Oleh Yohanes August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan, ditutup pada level Rp17.723 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026. Pelemahan ini menjadi perhatian serius pelaku pasar, terutama menjelang evaluasi Fitch mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Melemahnya rupiah ini terjadi di tengah sentimen global yang masih bergejolak, serta antisipasi pasar terhadap langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter ke depan. Analis pasar keuangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga dinamika domestik yang perlu dicermati. “Pasar saat ini sangat sensitif terhadap setiap sinyal yang mengindikasikan stabilitas ekonomi. Evaluasi dari lembaga pemeringkat seperti Fitch sangat krusial dalam membentuk persepsi investor,” ujar Budi.

Fokus pasar kini tertuju pada bagaimana Fitch Ratings akan mengevaluasi RAPBN 2027. Laporan dari lembaga internasional tersebut kerap menjadi tolok ukur bagi para investor asing dalam mengambil keputusan penempatan modal. Proyeksi pertumbuhan ekonomi, kebijakan fiskal yang diusulkan, serta pengelolaan utang negara dalam RAPBN 2027 menjadi poin-poin penting yang akan dicermati oleh Fitch.

Otoritas moneter, Bank Indonesia (BI), terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan. Namun, tekanan dari faktor eksternal, seperti kebijakan suku bunga bank sentral AS dan ketidakpastian geopolitik global, masih menjadi tantangan tersendiri. “Kami terus memantau perkembangan pasar dan siap melakukan intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamentalnya,” ujar seorang juru bicara Bank Indonesia, yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah sendiri optimistis bahwa RAPBN 2027 dapat memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sebelumnya telah menyatakan bahwa rancangan anggaran tersebut disusun dengan prinsip kehati-hatian dan berfokus pada peningkatan daya saing ekonomi Indonesia. “Kami berkomitmen untuk menyajikan RAPBN yang kredibel dan berkelanjutan, yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas makroekonomi,” tegas Sri Mulyani dalam sebuah kesempatan.

Perdagangan pada hari Selasa ditutup dengan selisih yang cukup signifikan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi jangka pendek. Para pelaku pasar akan mencermati berbagai data ekonomi terbaru dan pernyataan dari otoritas keuangan, baik domestik maupun internasional, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pergerakan rupiah ke depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp