Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
DUNIA

Tiongkok Tegaskan Jaga Kepentingan Pasca Sanksi AS Meluas ke Iran

Oleh Rini Widiyarti August 25, 2026 42 minutes lalu 0 komentar

Tiongkok menyatakan akan bersiap menjaga kepentingannya setelah Amerika Serikat memperluas sanksi terhadap Iran. Langkah AS ini berpotensi mengisolasi negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Tehran, yang sebagian besar hasil minyaknya diekspor ke Beijing.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (23/7/2024), Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan kembali posisinya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers rutinnya di Beijing, menyampaikan bahwa Tiongkok menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional.

Lin Jian menekankan bahwa Tiongkok selalu mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran. Ia menambahkan, “Tiongkok akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sahnya.” Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap ancaman AS yang akan menargetkan entitas yang tetap berbisnis dengan Iran, termasuk dalam sektor energi.

Sebelumnya, Amerika Serikat melalui Departemen Keuangan mengumumkan perluasan sanksi terhadap Iran pada Kamis (18/7/2024). Sanksi baru ini menargetkan jaringan luas yang dituduh membantu Iran memfasilitasi ekspor minyak dan produk petrokimia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk menekan ekonomi Iran, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Sumber-sumber AS menyatakan bahwa sanksi ini bertujuan untuk memutus aliran dana bagi Iran, sekaligus memberikan peringatan keras kepada negara-negara lain agar menghentikan kerja sama ekonomi dengan Tehran. Namun, Tiongkok, sebagai salah satu mitra dagang utama Iran, khususnya dalam impor minyak, menganggap tindakan AS ini sebagai langkah yang tidak konstruktif dan berpotensi merusak stabilitas global.

Tiongkok secara konsisten menyerukan solusi diplomatik untuk masalah nuklir Iran dan menentang penggunaan sanksi sebagai alat tekanan utama. Beijing berpandangan bahwa dialog dan negosiasi adalah jalan terbaik untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima semua pihak. Dengan adanya sanksi baru dari AS, Tiongkok kini berada dalam posisi sulit untuk menyeimbangkan kepentingannya sendiri dengan tekanan internasional, sambil tetap berusaha menjaga hubungan dagangnya dengan Iran.

Bagikan: Facebook X WhatsApp