Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Gerak Cepat Padamkan Karhutla: 4 Ton Garam Ditebar di Langit IKN

Oleh Yohanes August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur semakin intensif. Sejak Jumat, 21 Agustus hingga Senin, 24 Agustus 2026, operasi modifikasi cuaca (OMC) gencar dilakukan dengan menebar sekitar 4 ton natrium klorida (NaCl) atau garam ke udara di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini diambil dengan harapan dapat memicu turunnya hujan dan membantu memadamkan api yang terus mengancam.

Penyebaran garam ini merupakan bagian dari strategi terpadu untuk mengatasi bencana karhutla yang kerap melanda wilayah Kalimantan, khususnya di saat musim kemarau. Dengan meningkatkan potensi hujan, diharapkan lahan-lahan yang terbakar dapat segera terbasahi, sekaligus mencegah meluasnya titik api baru. Operasi ini melibatkan berbagai pihak terkait yang berkoordinasi untuk memastikan efektivitas dan keamanan pelaksanaan modifikasi cuaca.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk terus melakukan berbagai upaya dalam menangani karhutla. “Kita akan terus melakukan operasi modifikasi cuaca ini sampai dengan titik api benar-benar padam,” tegasnya, menekankan keseriusan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat ini. Ia juga menambahkan bahwa teknologi modifikasi cuaca ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih cepat dan efektif dibandingkan metode pemadaman konvensional dalam skala besar.

Selain penyebaran garam melalui pesawat, berbagai upaya pemadaman lainnya juga terus dilakukan secara simultan. Tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan relawan terus bekerja keras di lapangan untuk memadamkan api secara langsung. Penggunaan helikopter water bombing juga dioptimalkan untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh tim darat. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama agar penanganan karhutla dapat berjalan efektif dan efisien.

Peristiwa karhutla di Kalimantan Timur ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim. Upaya pencegahan, seperti patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, juga menjadi pilar penting dalam menanggulangi masalah ini di masa mendatang. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp