Monday, 24 August 2026
BREAKING
POLITIK

Sengketa Lahan di Pamulang, Orang Tua Murid Minta Yayasan dan UIN Tahan Diri Demi Pendidikan

Oleh Danu Ilham August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Para orang tua murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIP) dan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIP) Pamulang mendesak agar pihak yayasan menahan diri dalam sengketa lahan yang tengah berlangsung. Permohonan ini dilayangkan dengan harapan agar aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut tidak terganggu oleh perselisihan yang terjadi antara yayasan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ketegangan antara Yayasan Perguruan Islam Pamulang (YPIP) dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait kepemilikan lahan SDN 01 dan TK Islam Pamulang di Jalan Djuanda, Pamulang, telah memicu kekhawatiran di kalangan wali murid. Mereka khawatir jika sengketa ini terus memanas, akan berdampak negatif pada proses pendidikan anak-anak mereka.

Salah seorang perwakilan orang tua murid, Rini, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi ini. “Kami datang ke sini untuk meminta kepada pihak yayasan agar bisa menahan diri. Kami tidak ingin anak-anak kami terganggu proses belajarnya karena masalah lahan ini,” ujar Rini saat ditemui pada hari Kamis (18/1/2024).

Pihak orang tua murid menekankan bahwa fokus utama mereka adalah kelangsungan pendidikan anak-anak. Oleh karena itu, mereka berharap kedua belah pihak dapat mencari solusi damai dan tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat mengganggu kenyamanan belajar siswa. “Kami percaya bahwa UIN dan yayasan memiliki niat baik, namun kami mohon agar masalah ini diselesaikan dengan bijak agar tidak mengorbankan anak-anak kami,” tambahnya.

Perwakilan wali murid lainnya, Bambang, juga menyampaikan aspirasi serupa. Ia berharap agar pihak yayasan dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat duduk bersama mencari titik temu. “Kami berharap ada solusi terbaik yang bisa diambil agar kegiatan belajar mengajar di SDIP dan TKIP Pamulang tetap berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Bambang.

Sengketa lahan ini sendiri telah menjadi perhatian publik, mengingat dampaknya yang berpotensi pada fasilitas pendidikan. Para orang tua murid berharap agar penyelesaian sengketa ini dapat dilakukan secara transparan dan mengutamakan kepentingan siswa sebagai prioritas utama. Mereka juga berharap agar tidak ada lagi upaya yang dapat menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp