Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara tegas membantah kabar mengenai bergabungnya politikus senior Dedi Mulyadi sebagai kader partai. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi sama sekali antara partainya dengan Dedi Mulyadi terkait potensi keanggotaan.
Penegasan ini disampaikan Bestari Barus sebagai respons atas beredarnya isu yang menyebutkan mantan Bupati Purwakarta tersebut akan merapat ke PSI. Ia menekankan bahwa fokus utama PSI saat ini adalah pada proses verifikasi faktual yang sedang berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
“Tidak ada komunikasi. Sampai detik ini tidak ada komunikasi dengan Pak Dedi Mulyadi,” ujar Bestari Barus kepada awak media pada hari Rabu, 19 Juni 2024. Pernyataan ini secara eksplisit menepis spekulasi yang berkembang di publik.
Bestari menambahkan bahwa seluruh jajaran pengurus dan kader PSI tengah mengkonsentrasikan energi dan sumber daya untuk memastikan kelancaran proses verifikasi yang krusial bagi partai. Verifikasi ini merupakan syarat mutlak bagi setiap partai politik untuk dapat berpartisipasi dalam kontestasi pemilu legislatif dan eksekutif.
Lebih lanjut, Bestari Barus menegaskan bahwa PSI memiliki standar dan mekanisme tersendiri dalam rekrutmen kader, serta proses penjaringan calon legislatif. Ia mengindikasikan bahwa isu bergabungnya Dedi Mulyadi tidak sesuai dengan agenda dan prioritas partai saat ini. PSI secara konsisten menyatakan komitmennya untuk terus berjuang dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan politik di masa mendatang, dengan fokus utama pada pemenuhan persyaratan administratif dan elektoral.
