Puluhan rumah adat dan fasilitas wisata di Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, ludes dilalap api pada Senin (14/8/2023). Kebakaran yang melanda kawasan bersejarah ini memicu keprihatinan mendalam. Pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap akar penyebab insiden tragis ini.
Api mulai berkobar sekitar pukul 16.00 WITA di salah satu unit rumah adat. Dalam waktu singkat, api dengan cepat merambat menghanguskan bangunan lain yang mayoritas terbuat dari bahan alami seperti jerami dan kayu. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan unit rumah adat, termasuk bangunan yang difungsikan sebagai pusat informasi dan penjualan kerajinan tangan bagi wisatawan.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Tengah, AKBP Iwan Arianto, melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Lombok Tengah, IPTU Lieco Widya, menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya keras mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. “Kami masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini,” ujar IPTU Lieco Widya, Selasa (15/8/2023).
Tim identifikasi dari Polres Lombok Tengah telah diterjunkan untuk mencari petunjuk yang bisa mengarah pada sumber api. Sejumlah saksi mata dari warga sekitar dan pengelola kampung adat juga telah dimintai keterangan guna melengkapi data penyelidikan. Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan awal penyebab kebakaran, apakah berasal dari korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor lainnya.
Kampung Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok Tengah. Keberadaan rumah-rumah adat tradisional suku Sasak yang masih terjaga keasliannya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Insiden kebakaran ini tentu menjadi pukulan telak bagi upaya pelestarian warisan budaya dan pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.
Pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan segera memberikan perhatian serius dan bantuan kepada para korban kebakaran. Upaya pemulihan dan pembangunan kembali rumah-rumah adat yang terbakar menjadi prioritas utama agar kehidupan masyarakat Sade dapat kembali normal dan pariwisata dapat kembali menggeliat.
