Monday, 24 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

BRIN Gelar Ekspedisi Geologi Ungkap Misteri Megathrust dan Gunung Bawah Laut Indonesia

Oleh Herfansyah August 24, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempersiapkan sebuah ekspedisi ilmiah ambisius yang akan menjelajahi berbagai zona geologi krusial di wilayah Indonesia. Fokus utama ekspedisi ini adalah untuk mengungkap misteri di balik zona megathrust dan gunung-gunung bawah laut yang tersebar di perairan nusantara. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan data geologi terbaru dan mengevaluasi potensi kebencanaan yang ada.

Menurut Kepala Pusat Riset Oseanografi BRIN, Dr. Ir. Dede Suhendra, M.Sc., ekspedisi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRIN dalam memahami dinamika geologi Indonesia yang kompleks. “Kita akan melakukan eksplorasi menyeluruh, mulai dari zona megathrust yang berpotensi menghasilkan gempa besar, hingga ke gunung-gunung bawah laut yang masih banyak menyimpan misteri,” ujar Dr. Suhendra.

Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama 40 hari, dimulai pada 15 Mei 2024. Kapal riset yang akan digunakan adalah KRI Rigel-932, sebuah fasilitas canggih yang memungkinkan penelitian mendalam di bawah permukaan laut. Selama pelayaran, tim peneliti akan melakukan berbagai survei dan pengukuran, termasuk pemetaan dasar laut menggunakan teknologi multibeam echosounder, serta pengambilan sampel sedimen dan air laut untuk analisis lebih lanjut di laboratorium.

Salah satu fokus penting dari ekspedisi ini adalah zona megathrust yang membentang di sepanjang pantai barat Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara. Zona ini dikenal sebagai salah satu sumber gempa bumi paling kuat di dunia. Dengan mengumpulkan data seismik dan geofisika yang lebih rinci, BRIN berharap dapat meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme pergerakan lempeng tektonik di area tersebut, yang krusial untuk mitigasi bencana gempa dan tsunami.

Selain megathrust, ekspedisi ini juga akan menyoroti keberadaan gunung-gunung bawah laut. Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi di bawah permukaan laut yang sebagian besar belum teridentifikasi dan terpetakan secara detail. Para peneliti akan melakukan survei batimetri untuk memetakan bentuk dan kedalaman gunung-gunung tersebut, serta mengumpulkan data geokimia untuk memahami aktivitas vulkanik bawah laut. Informasi ini penting tidak hanya untuk ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk potensi pemanfaatan sumber daya alam dan pemahaman risiko letusan bawah laut.

Dr. Suhendra menambahkan bahwa hasil dari ekspedisi ini akan sangat berharga bagi pengembangan ilmu pengetahuan kebumian di Indonesia. “Data yang terkumpul akan menjadi fondasi penting untuk pemodelan risiko bencana yang lebih akurat, serta membuka peluang penelitian baru terkait ekosistem laut dalam dan potensi mineral di dasar laut,” jelasnya. Ekspedisi ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang menyediakan KRI Rigel-932, serta lembaga penelitian lainnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp