Monday, 24 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Kelompok Hacker SilverFox Manfaatkan AI Palsu untuk Serang Perusahaan di Indonesia

Oleh Herfansyah August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kelompok peretas yang dikenal sebagai SilverFox, salah satu pelaku Advanced Persistent Threat (APT) paling aktif di Asia Pasifik, kini dilaporkan telah mengembangkan taktik baru untuk melancarkan serangan terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia. Modus operandinya kali ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) palsu yang meniru teknologi populer.

Penemuan ini diungkapkan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky. SilverFox diketahui menggunakan AI palsu yang menyerupai Claude, sebuah chatbot AI yang dikembangkan oleh Anthropic. Taktik ini dirancang untuk mengelabui target agar mengunduh dan menjalankan malware yang disematkan dalam aplikasi AI palsu tersebut.

Menurut laporan Kaspersky, SilverFox telah aktif sejak tahun 2021 dan secara konsisten menargetkan organisasi di berbagai sektor industri di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Serangan mereka dicirikan oleh kecanggihan dan kemampuan adaptasinya yang tinggi, yang kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi AI.

Tim peneliti Kaspersky, yang dipimpin oleh Suguru Ishida, mengidentifikasi bahwa SilverFox mendistribusikan malware melalui situs web palsu yang dirancang untuk meniru tampilan dan fungsionalitas aplikasi AI yang sah. Pengguna yang tertarik dengan kemampuan AI canggih seperti Claude akan diarahkan untuk mengunduh perangkat lunak dari situs-situs ini, tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya menginstal program berbahaya.

Setelah berhasil mengelabui korban dan mengunduh malware, SilverFox memiliki akses untuk melakukan berbagai tindakan berbahaya. Ini termasuk pencurian data sensitif, pengintaian jaringan, serta potensi infiltrasi lebih lanjut ke dalam sistem perusahaan. Sifatnya yang ‘persistent’ atau persisten menunjukkan bahwa kelompok ini mampu mempertahankan aksesnya dalam jangka waktu yang lama untuk mencapai tujuan jahat mereka.

Kaspersky juga mencatat bahwa SilverFox telah menunjukkan peningkatan dalam penggunaan teknik rekayasa sosial, di mana mereka memanfaatkan psikologi manusia untuk memanipulasi korban. Penggunaan AI palsu adalah salah satu manifestasi dari evolusi taktik mereka, yang semakin canggih dan sulit dideteksi oleh metode keamanan tradisional.

Meskipun laporan ini menyoroti ancaman yang dihadapi perusahaan di Indonesia, Kaspersky menekankan pentingnya kewaspadaan bagi semua organisasi di kawasan Asia Pasifik. Upaya mitigasi termasuk peningkatan kesadaran keamanan siber bagi karyawan, penerapan solusi keamanan yang kuat, serta pembaruan perangkat lunak secara berkala untuk menambal kerentanan yang mungkin dieksploitasi oleh kelompok seperti SilverFox.

Bagikan: Facebook X WhatsApp