Monday, 24 August 2026
BREAKING
DUNIA

Iran Peringatkan Negara Teluk Agar Tak Ikut ‘Perang Ekonomi’ AS

Oleh Heni Maulidya August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Iran melayangkan peringatan tegas kepada negara-negara tetangganya di kawasan Teluk Persia. Ancaman ini disampaikan agar mereka tidak ikut serta dalam ‘perang ekonomi’ yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran.

Peringatan tersebut diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam sebuah wawancara dengan televisi Al Jazeera pada hari Kamis (11/7/2019). Zarif secara gamblang menyatakan bahwa partisipasi negara-negara Teluk dalam sanksi AS akan dianggap sebagai tindakan permusuhan.

Menurut Zarif, Iran akan memandang setiap negara di kawasan yang bekerja sama dengan AS dalam menerapkan sanksi ekonomi sebagai pihak yang terlibat dalam ‘perang ekonomi’ melawan Teheran. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk merespons tindakan tersebut.

Lebih lanjut, Zarif mengungkapkan bahwa Iran telah berulang kali menyampaikan pesan ini kepada para tetangganya. Ia menekankan bahwa Iran menginginkan hubungan yang baik dengan semua negara di Teluk Persia. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada kemauan negara-negara tersebut untuk tidak menjadi bagian dari tekanan AS.

Pernyataan Zarif ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Washington telah memberlakukan sanksi ekonomi yang ketat terhadap Teheran setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018. Sanksi ini bertujuan untuk menekan ekonomi Iran dan memaksanya untuk menegosiasikan kembali kesepakatan tersebut.

Negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Amerika Serikat. Kekhawatiran Iran adalah bahwa negara-negara ini akan tunduk pada tekanan AS dan turut menerapkan sanksi terhadap Iran, yang dapat semakin mengisolasi Teheran secara ekonomi.

Zarif juga menyinggung soal potensi negosiasi ulang kesepakatan nuklir. Ia menyatakan bahwa Iran terbuka untuk negosiasi, tetapi bukan di bawah tekanan sanksi. Iran bersikeras bahwa setiap negosiasi harus dilakukan dengan penuh rasa hormat dan tanpa paksaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp