Monday, 24 August 2026
BREAKING
DUNIA

Kualitas Udara Malaysia Memburuk di 7 Wilayah Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Oleh Heni Maulidya August 24, 2026 44 minutes lalu 0 komentar

Sebanyak tujuh wilayah di empat negara bagian Malaysia melaporkan kualitas udara yang memburuk hingga masuk kategori ‘tidak sehat’ pada Minggu (17/9/2023) waktu setempat. Indeks Polusi Udara (API) di wilayah-wilayah tersebut tercatat berada pada level yang mengkhawatirkan, menunjukkan dampak serius dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung.

Kondisi ini menyebabkan sebagian besar wilayah terdampak berada pada status ‘tidak sehat’, dengan beberapa daerah bahkan nyaris mencapai tingkat ‘sangat tidak sehat’. Pihak berwenang Malaysia terus memantau perkembangan situasi ini dan mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan.

Wilayah yang terdampak parah meliputi Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, serta beberapa area di negara bagian lainnya. Data API yang dirilis menunjukkan angka yang terus berfluktuasi, namun secara umum trennya masih mengkhawatirkan. Sebagai contoh, di Banting, Selangor, API tercatat mencapai 147 pada pukul 16.00 waktu setempat, berada di ambang batas kategori ‘sangat tidak sehat’. Angka ini merupakan yang tertinggi dilaporkan pada hari itu.

Selain Banting, wilayah lain yang juga mencatat indeks API di kategori ‘tidak sehat’ antara lain Cheras (101), Putrajaya (103), Shah Alam (114), Sri Aman (107), dan Sarikei (106). Angka-angka ini menunjukkan bahwa kabut asap yang berasal dari titik api telah menyebar luas dan memengaruhi kualitas udara di berbagai daerah.

Peningkatan polusi udara ini merupakan imbas langsung dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk di negara tetangga. Kementerian Lingkungan Hidup dan Air Malaysia (KASA) melalui Menteri Dato’ Sri Tuan Ibrahim Tuan Man sebelumnya telah menyatakan keprihatinan atas situasi ini. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk mengatasi kabut asap, termasuk operasi pemadaman kebakaran dan juga operasi penaburan garam (cloud seeding).

Meskipun upaya terus dilakukan, karhutla di beberapa titik api masih menjadi tantangan. Pemerintah Malaysia juga terus berkoordinasi dengan negara-negara tetangga untuk mencari solusi bersama dalam penanganan masalah kabut asap lintas batas ini. KASA mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan memantau informasi terkini mengenai kualitas udara di wilayah masing-masing.

Bagikan: Facebook X WhatsApp