Monday, 24 August 2026
BREAKING
DUNIA

Militer Myanmar Gempur Biara Buddha, 14 Jiwa Melayang di Sagaing

Oleh Heni Maulidya August 24, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Militer Myanmar kembali melancarkan serangan udara mematikan, kali ini menyasar sebuah biara Buddha di wilayah Sagaing, Myanmar tengah. Insiden tragis yang terjadi pada Senin (10/4/2023) ini merenggut nyawa sedikitnya 14 orang, termasuk warga sipil.

Menurut laporan saksi mata dan media lokal, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 8 pagi waktu setempat. Pesawat tempur militer dilaporkan menjatuhkan bom di dekat Biara Htan Taw di Desa Kanni, Distrik Yinmabin. Selain korban tewas, sejumlah orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan brutal tersebut.

Seorang penduduk desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kengerian saat serangan terjadi. “Kami mendengar suara pesawat dan kemudian ledakan keras. Asap membubung tinggi dari arah biara. Kami semua ketakutan dan berlarian mencari perlindungan,” tuturnya kepada media.

Biara Htan Taw dikenal sebagai pusat keagamaan yang penting di wilayah tersebut dan sering menjadi tempat berkumpulnya umat Buddha. Serangan terhadap situs keagamaan ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Kelompok hak asasi manusia internasional mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap junta militer Myanmar atas kejahatan perang yang terus berlanjut.

Juru bicara Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), sebuah badan bayangan yang menentang kudeta militer, menyatakan bahwa serangan ini merupakan bukti kekejaman rezim militer. “Mereka tidak ragu untuk membunuh siapa saja, bahkan di tempat yang seharusnya aman seperti biara. Ini adalah kejahatan yang tidak dapat ditoleransi,” tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Pihak militer Myanmar belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut. Namun, sebelumnya militer seringkali mengklaim bahwa serangan mereka ditujukan kepada pemberontak atau pejuang perlawanan yang menggunakan fasilitas sipil sebagai basis operasi.

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar sejak mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada Februari 2021. Ribuan warga sipil telah tewas dan terluka, sementara ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi akibat konflik yang terus memanas di berbagai wilayah negara tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp