Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas udara di wilayah tersebut, yang dilaporkan telah memasuki kategori berbahaya.
Berdasarkan pantauan kualitas udara di Palembang pada Rabu (11/9/2019), indeks pencemaran udara menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Stasiun pemantau kualitas udara menemukan konsentrasi Particulate Matter 2.5 (PM2.5) mencapai 198 mikrogram per meter kubik. Angka ini jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tingkat PM2.5 yang tinggi tersebut dikategorikan sebagai ‘Berbahaya’, yang berarti paparan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak kesehatan serius. KLHK secara spesifik menyatakan bahwa konsentrasi PM2.5 di atas 100 mikrogram per meter kubik sudah masuk kategori tidak sehat, dan di atas 200 mikrogram per meter kubik adalah berbahaya.
Situasi ini memaksa pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah mitigasi. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, telah mengeluarkan instruksi agar seluruh jajaran di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk siaga penuh menghadapi karhutla. Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan secara masif.
βKita harus terus melakukan patroli, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan juga meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam memadamkan api jika terjadi kebakaran,β ujar Herman Deru dalam keterangan resminya. Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antar instansi, termasuk TNI dan Polri, akan terus ditingkatkan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif.
Kondisi kabut asap yang memburuk ini juga memicu kekhawatiran masyarakat akan dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Pihak Dinas Kesehatan setempat mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah.
