Sunday, 23 August 2026
BREAKING
POLITIK

Kemarau Ekstrem Keringkan Aliran Sungai Barito, Warga Kalteng Terancam Kelangkaan Air

Oleh Danu Ilham August 23, 2026 52 minutes lalu 0 komentar

Sungai Barito di Kalimantan Tengah tengah mengalami penyusutan debit air yang drastis akibat kemarau panjang. Fenomena tidak biasa ini terlihat jelas pada Jumat, 21 Agustus, ketika dasar sungai yang biasanya tergenang air kini berubah menjadi hamparan tanah tandus.

Penyusutan ini telah memicu kekhawatiran akan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut. Kondisi ini bukan hanya mengancam pasokan air minum, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian dan perikanan yang selama ini memanfaatkan Sungai Barito sebagai sumber daya utama.

Menurut data BMKG, kemarau kali ini diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya, yang berpotensi memperparah kondisi kekeringan di berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Pihak berwenang tengah mengkaji langkah-langkah mitigasi untuk mengatasi dampak kelangkaan air yang mungkin timbul.

Warga di sekitar bantaran Sungai Barito melaporkan kesulitan dalam mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. “Biasanya kami bisa mengambil air langsung dari sungai, tapi sekarang sudah kering. Kami harus mencari sumber air lain yang jaraknya semakin jauh,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas transportasi sungai. Sejumlah kapal dan perahu yang biasa melintasi Sungai Barito kini harus berhati-hati atau bahkan menghentikan sementara pelayarannya karena dangkalnya aliran sungai. Hal ini berpotensi mengganggu distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di daerah terpencil.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air dan melakukan penghematan. Upaya pemantauan terus dilakukan untuk memantau perkembangan debit air Sungai Barito dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp