Saturday, 22 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Dampak Mengerikan Asap Karhutla pada Kesehatan: Partikel Berbahaya Menyerang Tubuh

Oleh Muzairi M August 22, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ternyata bukan sekadar polusi udara biasa. Di dalamnya terkandung berbagai partikel halus dan zat kimia berbahaya yang dapat masuk dan mengganggu fungsi organ vital dalam tubuh manusia. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah terdampak.

Peneliti dari Universitas Indonesia (UI), Dr. dr. Dede Kusmana, Sp.P(K) F.I.C.S., menjelaskan bahwa asap Karhutla mengandung partikel berukuran sangat kecil, dikenal sebagai Particulate Matter (PM) 2.5. Ukuran partikel ini bahkan lebih kecil dari pori-pori kulit manusia, memungkinkan mereka untuk dengan mudah menembus hingga ke paru-paru bagian dalam.

“Partikel PM 2.5 ini sangat berbahaya karena ukurannya yang kecil. Dia bisa masuk ke dalam paru-paru kita, bahkan sampai ke alveoli,” ujar Dr. Dede Kusmana dalam sebuah diskusi daring yang digelar pada 16 September 2023. Alveoli adalah kantung udara kecil di paru-paru tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi. Kerusakan pada area ini dapat berdampak fatal.

Lebih lanjut, asap Karhutla juga membawa berbagai zat kimia hasil pembakaran. Senyawa-senyawa ini, seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida, dapat memicu peradangan akut pada saluran pernapasan. Gejala awal yang sering muncul antara lain batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, hingga nyeri dada.

Dampak paparan asap Karhutla tidak hanya berhenti pada gangguan pernapasan. Partikel halus PM 2.5 yang berhasil masuk ke aliran darah juga berpotensi memicu masalah kesehatan yang lebih serius. “Partikel ini bisa masuk ke dalam aliran darah, lalu menyebar ke seluruh tubuh,” tambah Dr. Dede Kusmana. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, serta memperburuk kondisi bagi penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya mengendalikan Karhutla demi melindungi kesehatan masyarakat. Namun, kesadaran akan bahaya asap dan tindakan pencegahan di tingkat individu tetap krusial. Mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker pelindung seperti N95, serta menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan penyaring udara dapat menjadi langkah mitigasi yang efektif dalam menghadapi ancaman asap Karhutla.

Bagikan: Facebook X WhatsApp