Pemain depan tim nasional Belanda, Memphis Depay, membela keputusannya menampilkan markas klub Brasil, Corinthians, Parque São Jorge, dalam kondisi terbakar pada sebuah video klip musik. Depay menegaskan bahwa adegan tersebut merupakan “sekadar seni” dan tidak bermaksud menghina klub tersebut.
Insiden ini menjadi sorotan setelah video klip lagu “LA Vibes” yang dibintangi Depay dirilis. Dalam video tersebut, terlihat adegan dramatis di mana Parque São Jorge, pusat pelatihan dan markas bersejarah Corinthians, digambarkan dilalap api. Adegan ini sontak memicu reaksi keras dari para penggemar dan pihak klub.
Menanggapi kontroversi yang muncul, Depay melalui akun media sosialnya memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah karya seni yang kuat secara visual dan emosional, bukan untuk menyerang atau merendahkan nilai-nilai yang dipegang oleh Corinthians. “Ini hanyalah sebuah seni, bukan kebencian,” ujar Depay.
Depay menambahkan bahwa ia memiliki rasa hormat yang besar terhadap Corinthians dan para pendukungnya. Ia mengaku tidak menyangka bahwa adegan tersebut akan menimbulkan kesalahpahaman yang begitu luas. Baginya, visualisasi api dalam konteks seni musik seringkali melambangkan transformasi, gairah, atau bahkan kehancuran sebagai bagian dari narasi yang lebih besar.
Lebih lanjut, Depay mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjelaskan maksudnya. Ia berharap agar kesalahpahaman ini dapat segera teratasi dan masyarakat dapat memahami perspektif artistik di balik video klip tersebut. Keputusan Depay untuk menggunakan citra markas klub sepak bola ternama di Brasil sebagai latar video klipnya memang menjadi topik perdebatan hangat, memunculkan diskusi tentang batas-batas ekspresi artistik dan sensitivitas terhadap simbol-simbol klub.
