Penelitian terbaru yang dipaparkan dalam Optometry’s Meeting mengungkap adanya korelasi signifikan antara tingkat keparahan gangguan penglihatan dengan kemungkinan terjadinya gangguan kognitif pada lansia yang tinggal di panti jompo. Temuan ini berpotensi membuka jalan bagi intervensi dini untuk menjaga kesehatan kognitif populasi rentan ini.
Analisis mendalam terhadap 9.935 lansia berusia 65 tahun ke atas yang menghuni panti jompo di wilayah Western North Carolina menjadi dasar penelitian ini. Para peneliti dari University of South Florida mengkategorikan partisipan berdasarkan ketajaman visual mereka menggunakan skala logMAR, yang membagi mereka ke dalam kelompok dengan penglihatan normal, gangguan penglihatan ringan hingga sedang, dan kebutaan.
Temuan kunci dari studi ini menunjukkan bahwa semakin parah tingkat gangguan penglihatan yang dialami oleh penghuni panti jompo, semakin tinggi pula risiko mereka mengalami penurunan fungsi kognitif. Hubungan ini teridentifikasi melalui analisis data yang komprehensif, yang juga memanfaatkan kecerdasan buatan.
Dalam proses analisisnya, para peneliti menggunakan model bahasa besar (large language model) untuk mengekstraksi informasi vital mengenai diagnosis medis para partisipan. Data ini kemudian diolah untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara kondisi penglihatan dan status kognitif.
Meskipun rincian spesifik mengenai diagnosis medis dan hasil analisis kognitif tidak sepenuhnya dijabarkan dalam ringkasan awal, kesimpulan utama yang ditarik adalah adanya keterkaitan yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa menjaga kesehatan mata lansia, terutama mereka yang berada di lingkungan panti jompo, dapat menjadi salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan dan penanganan gangguan kognitif.
