Mengetik dalam posisi yang tidak ergonomis dalam jangka waktu lama berisiko tinggi menyebabkan kompresi saraf di pergelangan tangan, yang berujung pada gangguan saraf tepi. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Aliyah Shahab, Sp.S, seorang spesialis saraf, kebiasaan mengetik dengan pergelangan tangan yang menekuk ke atas atau ke bawah secara terus-menerus dapat memberikan tekanan yang berlebihan pada saraf medianus. Saraf ini merupakan jalur utama yang mengalirkan sensasi ke ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Ketika saraf ini tertekan, sinyal saraf dapat terganggu, menimbulkan gejala yang tidak nyaman.
Gejala awal yang mungkin dirasakan meliputi rasa kesemutan dan kebas pada jari-jari tangan. Seiring waktu, jika kebiasaan buruk ini tidak diperbaiki, gejala bisa berkembang menjadi nyeri yang lebih intens. Terkadang, kelemahan pada otot tangan juga bisa menyertai, membuat gerakan menggenggam atau memegang benda menjadi sulit.
Gangguan saraf tepi yang seringkali dihubungkan dengan posisi mengetik yang salah adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Sindrom ini terjadi ketika saraf medianus tertekan saat melewati terowongan karpal di pergelangan tangan. Tekanan ini bisa disebabkan oleh peradangan pada tendon di sekitar saraf atau oleh posisi pergelangan tangan yang tidak tepat saat melakukan aktivitas berulang seperti mengetik.
Untuk mencegah risiko ini, sangat disarankan untuk menjaga posisi pergelangan tangan tetap netral saat mengetik. Hindari menekuk pergelangan tangan ke atas atau ke bawah secara berlebihan. Gunakan sandaran tangan yang memadai untuk menjaga pergelangan tangan tetap sejajar dengan keyboard. Selain itu, istirahat secara berkala setiap 30-60 menit untuk meregangkan tangan dan pergelangan tangan juga sangat penting. Jika gejala sudah mulai terasa, segera konsultasikan dengan dokter spesialis saraf untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
