Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
DUNIA

Politikus Antiperang Rusia Divonis 11 Tahun Penjara Atas Tuduhan ‘Mendiskreditkan’ Tentara

Oleh Rini Widiyarti August 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Politikus senior Rusia yang vokal menentang perang, Lev Schlosberg, dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun pada hari Selasa (18/6/2024). Pengadilan menyatakan Schlosberg bersalah atas dakwaan ‘mendiskreditkan’ angkatan bersenjata Rusia, sebuah vonis yang ia kecam sebagai balasan atas pandangan politiknya.

Schlosberg, seorang advokat hak asasi manusia dan salah satu suara oposisi terkemuka di Rusia, telah lama kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama invasi ke Ukraina. Keputusan pengadilan ini menambah daftar panjang tokoh-tokoh oposisi yang menghadapi tuntutan hukum di bawah undang-undang yang semakin ketat terkait kritik terhadap militer.

Menurut laporan, Schlosberg dituduh menyebarkan informasi palsu mengenai operasi militer Rusia. Namun, politikus berusia 51 tahun itu dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia berpendapat bahwa vonis yang dijatuhkan kepadanya adalah upaya untuk membungkam perbedaan pendapat dan menghukumnya karena sikap anti-perangnya.

“Ini adalah hukuman politik,” tegas Schlosberg dalam pernyataan yang dibacakan di pengadilan, seperti dikutip oleh media. “Mereka tidak menghukum saya karena ‘berita palsu’, tetapi karena posisi saya yang menentang agresi dan pembantaian yang dilakukan oleh rezim ini.”

Kasus Schlosberg menarik perhatian internasional, dengan banyak kelompok hak asasi manusia dan pemerintah Barat menyerukan pembebasannya. Mereka mengkhawatirkan semakin terbatasnya ruang kebebasan berbicara dan berpendapat di Rusia, terutama sejak dimulainya invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Sebelumnya, Schlosberg dikenal sebagai anggota Duma Oblast Pskov dan pendiri serta pemimpin gerakan sipil ‘Yabloko’ di wilayah tersebut. Ia kerap kali menjadi sasaran intimidasi dan penangkapan karena aktivitas politiknya. Hukuman 11 tahun penjara ini merupakan pukulan telak bagi gerakan oposisi di Rusia, yang semakin terdesak oleh aparat keamanan negara.

Pengacara Schlosberg menyatakan bahwa mereka akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun, dengan iklim politik yang ada saat ini, harapan untuk membatalkan vonis tersebut dinilai sangat kecil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp