Monday, 17 August 2026
BREAKING
DUNIA

Tokoh Oposisi Zambia Ditangkap Pasca Pemilu, Dugaan Makar dan Upaya Pembunuhan Mencuat

Oleh Rini Widiyarti August 17, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Beberapa tokoh terkemuka dari partai oposisi utama Zambia dilaporkan telah ditangkap oleh pihak berwenang hanya beberapa hari setelah pemilihan presiden. Penangkapan ini terjadi di tengah tuduhan keterlibatan dalam rencana pemberontakan, sementara kandidat presiden terkemuka dari kubu oposisi mengklaim adanya upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Menurut laporan, penangkapan tersebut dilakukan pada hari Senin, 14 Agustus 2023. Pihak berwenang menyatakan bahwa para tokoh oposisi yang ditahan tersebut diduga terlibat dalam sebuah plot untuk menggulingkan pemerintahan. Namun, detail spesifik mengenai sifat plot tersebut belum dirinci lebih lanjut.

Sementara itu, Hakainde Hichilema, kandidat presiden dari United Party for National Development (UPND) yang merupakan partai oposisi terkemuka, memberikan pernyataan yang lebih dramatis. Hichilema mengklaim bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk membungkam suara oposisi dan bahkan menyebutkan adanya upaya pembunuhan yang ditujukan kepadanya. Ia menegaskan, “Ada upaya untuk membunuh saya, tetapi saya selamat.” Pernyataan ini disampaikan Hichilema dalam sebuah konferensi pers singkat yang diadakan setelah penangkapannya.

Partai oposisi UPND sendiri telah menyatakan keprihatinan mendalam atas gelombang penangkapan ini. Mereka berpendapat bahwa tindakan tersebut merupakan intimidasi politik yang bertujuan untuk melemahkan gerakan oposisi menjelang hasil resmi pemilu yang belum diumumkan sepenuhnya. Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Komisi Pemilihan Zambia mengenai tuduhan upaya pembunuhan yang dilontarkan oleh Hichilema.

Pemilihan presiden di Zambia ini dilaporkan berlangsung pada tanggal 12 Agustus 2023. Hasil awal menunjukkan persaingan yang ketat, dengan kedua kubu saling mengklaim kemenangan. Penangkapan para tokoh oposisi ini menambah ketegangan politik di negara tersebut, mengingat proses penghitungan suara masih berlangsung dan belum ada pemenang definitif yang diumumkan oleh otoritas pemilu.

Bagikan: Facebook X WhatsApp