Saturday, 15 August 2026
BREAKING
DUNIA

Jason Arday, Mantan Profesor Cambridge, Ditemukan Meninggal Dunia; Keluarga Sebut ‘Kampanye Disinformasi’ Memicu Syok

Oleh Rini Widiyarti August 15, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Jason Arday, seorang mantan profesor di Universitas Cambridge yang dikenal karena kontribusinya di bidang pendidikan, ditemukan meninggal dunia pada hari Senin, 1 Mei 2023. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarganya yang menyatakan diri berada “dalam keadaan syok” atas kehilangan tersebut.

Keluarga Arday secara terbuka menyampaikan bahwa mereka merasa terpukul atas meninggalnya Jason. Mereka juga menyiratkan bahwa sebuah “kampanye disinformasi” yang beredar belakangan ini telah memberikan beban emosional yang terlalu berat baginya. Pernyataan ini mengindikasikan adanya faktor eksternal yang mungkin berkontribusi pada peristiwa tragis ini.

Arday, yang menjabat sebagai Profesor Sosiologi Pendidikan di Universitas Edinburgh setelah meninggalkan Cambridge, memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan. Ia dikenal sebagai seorang akademisi yang vokal dalam isu-isu kesetaraan dan akses dalam pendidikan tinggi. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang signifikan dalam dunia akademik, khususnya di Inggris.

Sebelumnya, Arday sempat menjadi sorotan publik terkait perannya dalam program-program yang bertujuan meningkatkan keberagaman di institusi pendidikan. Ia diangkat menjadi profesor termuda di Universitas Glasgow pada usia 37 tahun dan kemudian melanjutkan karirnya di Cambridge sebelum pindah ke Edinburgh.

Pihak kepolisian setempat mengkonfirmasi penemuan jenazah Arday, namun belum merinci lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk menggali lebih dalam segala aspek yang berkaitan dengan peristiwa ini.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan akademisi, mahasiswa, dan tokoh publik yang mengenal atau mengagumi karya-karyanya. Banyak yang mengenang Arday sebagai sosok inspiratif yang berdedikasi untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp