BBC dilaporkan tengah berupaya meminta keterangan dari anggota keluarga Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, terkait gugatan hukum yang dilayangkan terhadap stasiun televisi Inggris tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya BBC untuk membela diri dalam kasus pencemaran nama baik yang diajukan oleh Trump terkait program investigasi Panorama.
Pengacara BBC berargumen bahwa anggota keluarga Trump memiliki pengetahuan pribadi mengenai maksud dan tujuan Donald Trump saat menyampaikan pidato di luar Gedung Capitol Amerika Serikat pada 6 Januari 2021. Pidato inilah yang menjadi pokok gugatan Trump terhadap BBC.
BBC sendiri tengah menghadapi tuntutan hukum dari Donald Trump yang mengklaim bahwa program Panorama telah melakukan pencemaran nama baik. Trump menuduh bahwa program tersebut memfitnahnya dengan menyajikan narasi yang tidak akurat mengenai perannya dalam peristiwa 6 Januari 2021.
Menurut laporan, para pengacara BBC telah mengajukan permohonan kepada Pengadilan Tinggi Inggris untuk mengeluarkan surat perintah pemanggilan (subpoena) terhadap anggota keluarga Trump. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kesaksian yang dapat memperkuat argumen BBC bahwa mereka tidak melakukan pencemaran nama baik. BBC meyakini bahwa keterangan dari keluarga Trump akan memberikan wawasan penting mengenai konteks pidato yang disampaikan oleh mantan presiden tersebut.
Gugatan ini bermula dari sebuah episode program Panorama yang ditayangkan oleh BBC. Dalam episode tersebut, diangkat isu mengenai keterlibatan Trump dalam peristiwa kerusuhan di Gedung Capitol. Trump merasa bahwa penggambaran yang disajikan dalam program tersebut tidak adil dan merusak reputasinya.
Pihak BBC, melalui tim hukumnya, menegaskan bahwa mereka memiliki dasar yang kuat untuk memberitakan isu tersebut dan siap untuk membuktikan kebenaran laporan mereka di pengadilan. Upaya untuk memanggil anggota keluarga Trump menunjukkan keseriusan BBC dalam mempersiapkan pembelaan mereka. Pernyataan dari keluarga Trump diharapkan dapat memberikan perspektif langsung mengenai niat dan pemahaman Donald Trump sendiri terkait peristiwa yang menjadi sorotan.
