Saturday, 15 August 2026
BREAKING
DUNIA

Lima Tahun Taliban Berkuasa: Kehidupan Perempuan Afghanistan Berubah Drastis, Ancaman Nyata di Depan Mata

Oleh Rini Widiyarti August 15, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Lima tahun setelah Taliban kembali berkuasa di Afghanistan, kehidupan perempuan di negara itu mengalami perubahan drastis. Laporan BBC mengungkapkan bagaimana perempuan di berbagai wilayah tanah air mereka harus menghadapi kenyataan pahit, mulai dari hukuman cambuk di depan umum hingga hilangnya hak untuk bekerja dan akses kesehatan yang terancam.

Para perempuan ini menceritakan kisah-kisah pilu yang menggambarkan hilangnya kebebasan dan hak-hak dasar mereka. “Dulu saya bekerja, punya kehidupan sosial. Sekarang, semuanya hilang,” ujar seorang perempuan yang meminta identitasnya dirahasiakan, mencerminkan nasib banyak perempuan Afghanistan lainnya.

Situasi ini diperparah dengan diberlakukannya berbagai pembatasan yang secara efektif mengunci perempuan di rumah. Akses terhadap pendidikan tinggi dan pekerjaan formal telah ditutup bagi mereka, menciptakan jurang ketidaksetaraan yang semakin lebar. Lebih mengkhawatirkan lagi adalah terhalangnya akses terhadap layanan kesehatan. Tanpa tenaga medis perempuan yang memadai dan larangan bagi perempuan untuk bepergian tanpa mahram laki-laki, banyak nyawa kini terancam.

Seorang dokter perempuan yang juga memilih untuk tidak disebutkan namanya menuturkan keputusasaannya. “Kami tidak bisa bekerja, kami tidak bisa mengobati pasien kami. Ini bukan hanya masalah pekerjaan, ini adalah masalah kemanusiaan,” katanya. Ia menambahkan bahwa banyak perempuan yang membutuhkan perawatan medis mendesak kini tidak bisa mendapatkannya, berujung pada kondisi yang semakin memburuk atau bahkan kematian.

Kehidupan sehari-hari kini dipenuhi dengan ketakutan. Hukuman cambuk di depan umum, yang dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, menjadi momok menakutkan bagi perempuan yang dianggap melanggar aturan. Hal ini menciptakan iklim ketakutan yang mencekam, memaksa perempuan untuk hidup dalam bayang-bayang kekhawatiran akan nasib mereka.

Para perempuan ini secara konsisten menyuarakan keinginan mereka untuk kembali menjalani kehidupan normal, di mana mereka memiliki hak untuk bekerja, belajar, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa jalan menuju pemulihan hak-hak mereka masih sangat panjang dan penuh rintangan di bawah kekuasaan Taliban yang kini telah memasuki tahun kelima.

Bagikan: Facebook X WhatsApp