Friday, 14 August 2026
BREAKING
DUNIA

Kunjungan Putin ke Kepulauan Sengketa Picu Kemarahan Jepang

Oleh Heni Maulidya August 14, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah mengunjungi Kepulauan Kuril, wilayah yang masih menjadi sengketa antara Rusia dan Jepang. Kunjungan ini sontak memicu reaksi keras dari pihak Jepang, yang menyatakan kemarahan dan kekecewaannya.

Kepulauan yang dikenal sebagai Kepulauan Kuril oleh Rusia dan Chishima oleh Jepang ini telah lama menjadi titik perselisihan antara kedua negara. Kunjungan Putin pada hari Selasa (18/4/2023) ke salah satu pulau tersebut, yakni Kunashir, yang oleh Jepang disebut Kunashiri, kembali menghidupkan ketegangan diplomatik.

Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi menyampaikan protes tegasnya. “Pemerintah Jepang menyampaikan protes keras dan menyatakan kekecewaan mendalam atas kunjungan Presiden Putin ke Kunashir,” ujar Hayashi dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa kunjungan tersebut tidak dapat diterima mengingat Jepang mengklaim empat pulau di utara, termasuk Kunashir, sebagai wilayahnya.

Kunjungan Putin ini menjadi yang pertama dilakukan oleh seorang pemimpin Rusia ke wilayah sengketa tersebut sejak tahun 2010. Sebelumnya, pada tahun 2019, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev juga pernah mengunjungi pulau yang sama, yang juga menimbulkan protes dari Jepang.

Jepang secara konsisten memandang Kepulauan Kuril, yang mereka sebut Wilayah Utara, sebagai bagian integral dari teritori mereka yang diduduki oleh Uni Soviet setelah Perang Dunia II. Permasalahan kedaulatan atas empat pulau utama, yakni Iturup (Etorofu), Kunashir (Kunashiri), Shikotan (Shikotan), dan gugusan Pulau Habomai (Habo-mai), belum terselesaikan hingga kini. Hal ini bahkan menghambat kedua negara untuk menandatangani perjanjian damai pasca-perang.

Pemerintah Jepang telah berulang kali menyatakan bahwa kunjungan pemimpin Rusia ke wilayah sengketa tersebut bertentangan dengan posisi Jepang dan sangat disesalkan. Kunjungan Putin kali ini diperkirakan akan semakin memperumit upaya penyelesaian sengketa teritorial yang telah berlangsung puluhan tahun antara Tokyo dan Moskow.

Bagikan: Facebook X WhatsApp