Thursday, 13 August 2026
BREAKING
POLITIK

Sindikat Arisan Online Bodong Rp71 Miliar Terbongkar di Jatim, Selebgram Terlibat Promosi

Oleh Danu Ilham August 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Polda Jawa Timur berhasil mengungkap jaringan arisan online ilegal yang merugikan ratusan korban dengan total kerugian mencapai Rp71 miliar. Penipuan berskala besar ini berhasil ditelusuri hingga melibatkan sejumlah selebritas Instagram (selebgram) yang diduga turut mempromosikan skema investasi palsu tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Senin (27/5/2024), Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol. Wisnu Yudo, menjelaskan kronologi pengungkapan kasus ini. Modus operandi yang digunakan adalah menawarkan keuntungan investasi yang sangat menggiurkan dalam jangka waktu singkat, namun pada akhirnya para peserta tidak menerima imbalan yang dijanjikan.

“Ini adalah sindikat arisan online yang memang sudah merugikan banyak orang. Pelaku menawarkan investasi dengan keuntungan yang sangat fantastis, tapi ternyata itu tidak ada,” ujar Kombes Pol. Wisnu Yudo.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Wisnu Yudo membeberkan bahwa dari hasil penyelidikan, tercatat ada sekitar 300 hingga 400 korban yang telah melapor. Angka kerugian yang dilaporkan oleh para korban ini diperkirakan mencapai Rp71 miliar. “Ada sekitar 300 sampai 400 korban yang melapor ke kami, dan kerugiannya itu sekitar 71 miliar rupiah,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi adanya keterlibatan selebgram dalam promosi arisan online bodong tersebut. Selebgram ini diduga menerima imbalan untuk mempromosikan skema penipuan kepada pengikut mereka. “Ada beberapa selebgram yang kami periksa, mereka ini dilibatkan dalam mempromosikan arisan online tersebut,” ungkap Kombes Pol. Wisnu Yudo.

Proses hukum terhadap para pelaku sindikat arisan online bodong ini masih terus berjalan. Polda Jatim berupaya mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut dan memburu seluruh pihak yang terlibat, termasuk para admin dan pihak yang turut mempromosikan skema ilegal ini. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap tawaran investasi yang terlalu menggiurkan dan tidak terverifikasi keabsahannya untuk menghindari kerugian serupa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp