Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
DUNIA

Zelensky Tuduh Rusia Gunakan Rudal Korea Utara dalam Serangan ke Zaporizhzhia

Oleh Rini Widiyarti August 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Rusia telah menggunakan rudal balistik dari Korea Utara dalam serangan terbaru yang mengguncang kota Zaporizhzhia. Serangan mematikan ini dilaporkan telah merenggut nyawa setidaknya enam orang dan menyebabkan 19 lainnya luka-luka.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin, 22 Januari 2024, Zelensky mengonfirmasi dugaan penggunaan amunisi buatan Korea Utara tersebut. Ia menegaskan, “Rudal-rudal ini, yang diluncurkan oleh Rusia ke kota-kota kita, jelas-jelas berasal dari Korea Utara.” Pernyataan ini muncul menyusul analisis awal yang dilakukan oleh badan intelijen Ukraina.

Pihak berwenang Ukraina dan para analis militer mencatat adanya kesamaan antara jenis rudal yang digunakan dalam serangan di Zaporizhzhia dengan rudal-rudal yang diproduksi oleh Korea Utara. Kesimpulan ini didasarkan pada analisis fragmen rudal dan pola jejak serangan yang tertinggal di lokasi kejadian. Keberadaan rudal Korea Utara di tangan Rusia menjadi indikasi adanya kerja sama militer yang semakin erat antara kedua negara, meskipun kedua negara tersebut secara resmi membantah aktivitas semacam itu.

Serangan yang terjadi pada tanggal 22 Januari 2024 di Zaporizhzhia dilaporkan menghantam kawasan permukiman dan infrastruktur sipil. Korban jiwa dan luka-luka menambah daftar panjang penderitaan warga Ukraina akibat invasi Rusia yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Presiden Zelensky menekankan bahwa penggunaan senjata dari negara lain oleh Rusia menunjukkan kurangnya pasokan militer domestik dan keputusasaan Moskow dalam upaya perangnya.

Sebelumnya, pada awal Januari 2024, Amerika Serikat juga telah menuduh Korea Utara memasok Rusia dengan rudal-rudal balistik. Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa bukti menunjukkan Korea Utara telah mengirimkan sejumlah rudal ke Rusia, yang kemudian digunakan dalam serangan terhadap Ukraina. Tuduhan ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan Korea Utara dalam konflik Ukraina, yang dapat memicu respons internasional lebih lanjut dan sanksi tambahan terhadap kedua negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp