Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Turis China Terlibat Insiden di Situs Batu Purba Ly Son

Oleh Muzairi M August 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Seorang turis asal China baru-baru ini mendapat teguran dari otoritas Pulau Ly Son, Vietnam, setelah kedapatan mengendarai sepeda motor di atas situs bersejarah To Vo. Kejadian yang terjadi di lepas pantai tengah Vietnam ini menimbulkan keprihatinan terkait pelestarian warisan budaya.

Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu, 28 Mei 2023, ketika turis tersebut nekat menerobos area yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor. To Vo sendiri merupakan situs batu purba yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi penting bagi Ly Son.

Menurut laporan dari media lokal, turis tersebut tidak hanya mengemudikan sepeda motornya di atas formasi batu unik tersebut, tetapi juga diduga melakukan hal itu demi mendapatkan foto yang menarik. Tindakan ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat dan para pecinta sejarah.

Otoritas Pulau Ly Son, yang bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan wisata dan situs bersejarah, segera mengambil tindakan. Mereka memberikan teguran keras kepada turis tersebut sebagai bentuk peringatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Selain itu, upaya edukasi kepada para pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian situs-situs bersejarah juga terus digalakkan.

Kepala Kantor Pengelolaan Pariwisata Pulau Ly Son, Le Van Huong, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menekankan bahwa situs-situs seperti To Vo adalah aset berharga yang harus dijaga bersama. “Kami meminta seluruh pengunjung untuk menghormati peraturan dan menjaga keaslian serta kelestarian situs-situs bersejarah di Ly Son,” ujar Le Van Huong.

To Vo adalah salah satu daya tarik utama Pulau Ly Son, dikenal dengan formasi batu vulkanik yang menjulang tinggi dan pemandangan laut yang memukau. Situs ini menjadi lokasi favorit bagi wisatawan untuk berfoto dan menikmati keindahan alam. Namun, popularitasnya juga membawa tantangan tersendiri dalam hal pengelolaan dan perlindungan.

Pihak berwenang Ly Son berjanji akan meningkatkan pengawasan di area situs-situs bersejarah demi mencegah terulangnya insiden yang merusak. Langkah-langkah preventif, termasuk penempatan papan informasi yang lebih jelas mengenai larangan dan edukasi melalui pemandu wisata, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pengunjung.

Bagikan: Facebook X WhatsApp