Seorang pelaku penembakan dilaporkan telah membunuh kakek dan neneknya di kediaman mereka sebelum melancarkan aksi keji di sebuah sekolah elite di Thailand pada Jumat, 7 Agustus. Insiden ini terjadi di Sekolah Debsirin, Bangkok, menimbulkan duka dan kekhawatiran mendalam di masyarakat.
Pihak berwenang masih mendalami motif di balik aksi brutal tersebut. Namun, dugaan awal mengarah pada pelaku yang sama, yang diduga melakukan pembunuhan ganda terhadap anggota keluarganya sebelum beraksi di lingkungan sekolah. Detail mengenai kronologi pasti dan hubungan pelaku dengan para korban masih dalam penyelidikan intensif.
Menurut laporan yang beredar, sebelum memasuki area Sekolah Debsirin, pelaku diduga telah merencanakan serangkaian tindakan kekerasan. Penyelidikan awal oleh aparat kepolisian Thailand mengungkap adanya jejak kekerasan yang dimulai dari rumah pelaku. Kakek dan nenek pelaku ditemukan meninggal dunia di kediaman mereka, yang kemudian diikuti oleh insiden penembakan di sekolah tersebut.
Kepala Polisi Nasional Thailand, Jenderal Somsak Ruang-anant, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk mengkonfirmasi dugaan keterlibatan pelaku dalam kedua peristiwa tersebut. “Kami tidak akan berhenti sampai semua fakta terungkap dan keadilan ditegakkan,” ujar Jenderal Somsak dalam sebuah pernyataan singkat kepada media.
Sekolah Debsirin, yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Bangkok, langsung menerapkan prosedur keamanan darurat pasca insiden. Pihak sekolah bekerja sama sepenuhnya dengan kepolisian untuk memastikan keselamatan seluruh siswa dan staf. “Prioritas utama kami adalah memastikan semua orang aman dan memberikan dukungan yang dibutuhkan,” kata seorang perwakilan sekolah yang enggan disebutkan namanya.
Pihak kepolisian masih belum merilis identitas lengkap pelaku maupun korban dalam kedua peristiwa tersebut, menunggu konfirmasi lebih lanjut dari hasil investigasi. Namun, dugaan kuat mengarah pada satu individu yang bertanggung jawab atas serangkaian kekerasan yang mengguncang Thailand pada Jumat pagi tersebut.
