Sebuah terobosan dalam prediksi risiko penyakit kardiovaskular (CVD) bagi penduduk asli Amerika dilaporkan oleh para peneliti. Persamaan PREVENT terbukti mampu memperkirakan risiko CVD, aterosklerotik CVD, dan gagal jantung pada kelompok demografis ini dengan tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan model-model sebelumnya.
Temuan ini dipresentasikan oleh Mohan Satish, MD, seorang fellow pascadoktoral di bidang penyakit kardiovaskular di NewYork-Presbyterian Hospital dan Weill Cornell Medicine. Presentasi dilakukan pada American Society for Preventive Cardiology (ASPC) Congress on CVD Prevention. Validasi persamaan PREVENT pada populasi penduduk asli Amerika ini menjadi krusial, mengingat sebelumnya mereka seringkali dikategorikan dalam kategori ras/etnis “lainnya” dalam pengembangan persamaan PREVENT karena jumlah yang rendah dalam studi awal.
Penelitian ini secara spesifik menyoroti keunggulan persamaan PREVENT dalam memberikan estimasi risiko yang lebih presisi. Hal ini penting mengingat prevalensi dan pola penyakit kardiovaskular dapat bervariasi antar kelompok etnis. Dengan adanya persamaan yang lebih akurat, para profesional kesehatan dapat mengidentifikasi individu yang berisiko lebih tinggi dan menerapkan strategi pencegahan yang lebih tertarget.
Validasi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya pencegahan CVD. Sebelumnya, ketidakakuratan dalam prediksi risiko dapat menyebabkan penundaan intervensi atau bahkan kesalahan dalam penentuan terapi. Dengan persamaan PREVENT, diharapkan penanganan dan pencegahan penyakit jantung pada penduduk asli Amerika dapat ditingkatkan secara substansial.
