Kehebohan mengenai pesan WhatsApp antara Sarwendah dan Ruben Onsu yang menampilkan percakapan tentang obat HIV kini mendapat tanggapan dari pihak Sarwendah. Kuasa hukum Sarwendah, Chris John, angkat bicara mengenai beredarnya chat tersebut yang sempat diperlihatkan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, dalam sebuah konferensi pers.
Chris John menegaskan bahwa isi pesan WhatsApp tersebut tidak perlu dibesar-besarkan atau disalahartikan. Menurutnya, percakapan tersebut merupakan konteks yang sangat spesifik dan tidak mencerminkan kondisi kesehatan Sarwendah yang sebenarnya. Ia menyatakan bahwa kliennya tidak mengidap HIV.
“Itu kan sudah dijelaskan oleh pengacara saya, Minola Sebayang, bahwa itu adalah konteksnya lain. Bukan berarti ini kondisinya Sarwendah itu sakit HIV,” ujar Chris John kepada awak media pada Selasa (12/3/2024), seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut, Chris John menjelaskan bahwa percakapan tersebut terjadi pada waktu yang spesifik dan memiliki latar belakang tersendiri. Ia mengklarifikasi bahwa pesan itu timbul karena adanya kebutuhan untuk membeli obat untuk orang lain, bukan untuk Sarwendah sendiri.
“Jadi, itu kan ada konteksnya, ada waktunya, ada situasinya. Jadi, ini kan untuk orang lain, bukan untuk Sarwendah,” jelas Chris John.
Sebelumnya, Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, sempat menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Ruben dan Sarwendah. Dalam percakapan tersebut, Sarwendah meminta Ruben untuk membelikan obat HIV. Hal ini kemudian menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai spekulasi.
Dengan klarifikasi dari pihak Sarwendah ini, diharapkan polemik mengenai chat WhatsApp tersebut dapat mereda dan tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut di masyarakat. Pihak Sarwendah tetap berupaya menjaga privasi dan tidak ingin isu ini berkembang lebih jauh dari konteks sebenarnya.
