Pyongyang, Korea Utara – Adik perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Kim Yo Jong, melontarkan peringatan keras terhadap Jepang menyusul uji coba rudal Tomahawk yang dilaporkan dilakukan oleh negara kepulauan tersebut. Kim Yo Jong menyatakan bahwa Korea Utara siap untuk mengadopsi opsi militer tambahan sebagai respons atas tindakan tersebut, mengisyaratkan potensi eskalasi ketegangan di kawasan.
Pernyataan bernada ancaman ini disampaikan oleh Kim Yo Jong pada hari Selasa, 30 Mei 2023, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA. Ia secara spesifik menyoroti uji coba rudal Tomahawk yang disebutnya sebagai provokasi. “Jika Jepang melanjutkan tindakan yang dapat memicu provokasi lebih lanjut, maka mereka akan menyesalinya,” tegas Kim Yo Jong, sebagaimana dikutip oleh KCNA.
Lebih lanjut, Kim Yo Jong tidak merinci opsi militer tambahan apa yang dimaksud. Namun, ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional mengenai program senjata nuklir dan rudal balistik Korea Utara. Uji coba rudal oleh Jepang, sekutu Amerika Serikat, tampaknya dianggap sebagai respons yang tidak proporsional dan berpotensi mengganggu keseimbangan keamanan regional oleh Pyongyang.
Peringatan ini juga menambah daftar panjang retorika keras dari Korea Utara terhadap negara-negara yang dianggapnya bermusuhan. Hubungan antara Korea Utara dan Jepang sendiri telah lama diwarnai ketegangan, terutama terkait isu-isu sejarah dan program senjata Pyongyang. Uji coba rudal Tomahawk oleh Jepang, yang merupakan rudal jelajah serang darat yang kuat, tentu saja menarik perhatian serius dari Korea Utara.
KCNA melaporkan bahwa Kim Yo Jong juga menyertakan kritik terhadap Amerika Serikat dalam pernyataannya, meskipun fokus utamanya tertuju pada Jepang. Pernyataan ini menegaskan kembali posisi Korea Utara yang cenderung defensif namun juga proaktif dalam merespons apa yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap kedaulatannya.
