Thursday, 6 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

OpenAI Hentikan ChatGPT Atlas, Browser AI dengan Fitur Otomatis

Oleh Heni Maulidya August 6, 2026 2 hours lalu 0 komentar

OpenAI mengumumkan akan menghentikan layanan ChatGPT Atlas, sebuah browser AI yang baru diluncurkan Oktober lalu. Keputusan ini diambil di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI agentic, yaitu kemampuan AI untuk melakukan tugas secara otomatis atas nama pengguna. Penghentian ChatGPT Atlas ini menandai produk kedua OpenAI yang ditutup pada tahun 2026, setelah sebelumnya Sora, platform video pendek bertenaga AI, juga dihentikan.

ChatGPT Atlas dijadwalkan akan resmi ditutup pada Minggu, 9 Agustus. Meskipun aplikasi tidak akan dihapus dari perangkat pengguna, fungsinya diperkirakan akan terhenti. OpenAI menginformasikan bahwa setelah tanggal tersebut, ChatGPT Atlas mungkin tidak lagi dapat dibuka, menjelajahi web, atau mendukung alur kerja agentic berbasis browser. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk mengekspor atau menyimpan seluruh data mereka, termasuk bookmark dan halaman web.

Lebih lanjut, ChatGPT Atlas tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan. Hal ini menjadikan penghentian penggunaannya pasca 9 Agustus sangat krusial. Browser AI, terutama yang memiliki fitur agentic, rentan terhadap serangan siber. Peretas dapat memanfaatkan kemampuan otomatisasi AI untuk melakukan tindakan berbahaya atas nama pengguna. Ketidakmampuan bot untuk membedakan perintah sah dengan instruksi jahat yang tersembunyi di situs web yang dijelajahi memperparah risiko ini. Mengingat ChatGPT Atlas sendiri sempat memiliki kerentanan besar saat peluncuran, penggunaan browser yang tidak lagi mendapatkan dukungan keamanan dianggap sangat berbahaya.

Bagi pengguna yang mencari alternatif, OpenAI mengarahkan pengguna untuk mencoba aplikasi desktop ChatGPT yang telah dilengkapi beberapa fitur penjelajahan web seperti tab ganda, unduhan, dukungan login akun, dan navigasi yang ditingkatkan. Namun, untuk pengganti yang lebih setara dengan ChatGPT Atlas, terdapat beberapa opsi browser AI agentic lain yang patut dipertimbangkan. Perplexity Comet menjadi salah satu yang paling menonjol sebagai salah satu browser agentic pertama di pasar. Selain itu, Opera juga menawarkan browser AI bernama Neon, dan bagi mantan pengguna Arc, perusahaan tersebut kini mengembangkan browser AI bernama Dia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp