Sunday, 16 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Tingkatkan Mutu Sawit Rakyat: BPDP dan AKPY Gelar Pelatihan Panen dan Pascapanen di Kotim

Oleh Rini Widiyarti June 21, 2026 2 months lalu 0 komentar

Palangka Raya – Kualitas minyak sawit Indonesia yang menjadi komoditas ekspor vital sangat bergantung pada kemampuan petani dan tenaga pemanen di tingkat perkebunan. Kesalahan dalam proses panen tandan buah segar (TBS) menjadi salah satu faktor utama penurunan mutu dan rendemen minyak, meskipun produktivitas kebun sebenarnya sudah memadai. Menyadari hal ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit bekerja sama dengan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) menggelar pelatihan teknis panen dan pascapanen bagi ratusan petani sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 23 Juni 2026 ini bertujuan untuk membekali para petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar proses panen sawit dapat dilakukan secara optimal. Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi, menekankan pentingnya teknik panen yang tepat dalam menjaga mutu buah, meningkatkan perolehan rendemen minyak, sekaligus meminimalkan kehilangan hasil panen yang secara langsung memengaruhi kesejahteraan petani.

"Kesalahan dalam proses panen masih menjadi salah satu penyebab utama turunnya kualitas TBS dan rendahnya rendemen minyak, meski produktivitas kebun sebenarnya cukup baik," ujar Idum Satia Santi dalam keterangannya yang diterima pada Minggu (21/6/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi pelatihan yang difokuskan pada aspek teknis praktis di lapangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) yang digagas oleh pemerintah. Selain AKPY sebagai pelaksana teknis, pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari BPDP Kelapa Sawit dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Sebanyak 237 petani dan penyuluh sawit dari Kabupaten Kotawaringin Timur berpartisipasi aktif dalam rangkaian pelatihan ini.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan fokus pelatihan. Sebanyak 149 peserta mendalami teknik budidaya kelapa sawit yang efektif, sementara 88 peserta lainnya secara spesifik mengikuti pelatihan teknis panen dan pascapanen. Materi yang disajikan mencakup aspek-aspek krusial mulai dari identifikasi kriteria buah sawit yang matang optimal untuk dipanen, teknik pemotongan tandan sesuai standar industri yang tidak merusak pohon, metode pengumpulan brondolan yang tercecer di tanah, hingga prosedur penanganan hasil panen agar kualitasnya tetap terjaga selama perjalanan menuju pabrik pengolahan.

Pentingnya pelatihan ini tidak dapat dilebih-lebihkan mengingat peran strategis sektor perkebunan kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia. Sawit tidak hanya menjadi sumber devisa negara melalui ekspor, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi bagi jutaan petani di berbagai daerah. Dengan meningkatkan kualitas TBS sejak dari kebun, diharapkan dapat berdampak positif pada keseluruhan rantai nilai industri kelapa sawit, mulai dari efisiensi pengolahan hingga kualitas produk akhir yang lebih baik.

Peningkatan kualitas TBS melalui praktik panen yang benar berkontribusi langsung pada peningkatan rendemen minyak sawit mentah (CPO). Rendemen yang lebih tinggi berarti lebih banyak minyak yang dihasilkan dari setiap ton TBS, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, teknik panen yang tepat juga meminimalkan kerusakan pada pohon sawit, memastikan keberlanjutan produktivitas kebun dalam jangka panjang.

Pemerintah melalui BPDP Kelapa Sawit terus berupaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan sawit. Program-program pengembangan kapasitas seperti yang digelar di Kotim ini menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai produsen sawit berkualitas dunia. Investasi dalam pelatihan petani adalah investasi dalam keberlanjutan dan daya saing industri sawit nasional.

Selain fokus pada aspek teknis, pelatihan ini juga menjadi ajang pertukaran informasi dan praktik terbaik antarpetani. Diskusi dan tanya jawab selama pelatihan memungkinkan peserta untuk berbagi pengalaman serta solusi terhadap tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Hal ini menciptakan ekosistem belajar yang dinamis dan berkelanjutan, di mana petani dapat terus meningkatkan kompetensi mereka seiring perkembangan teknologi dan tuntutan pasar.

Di masa mendatang, diharapkan program-program serupa dapat terus diperluas jangkauannya ke wilayah-wilayah perkebunan sawit lain di Indonesia. Dengan sumber daya manusia yang terampil dan berpengetahuan, sektor perkebunan sawit rakyat dapat terus berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi nasional, sekaligus memastikan praktik perkebunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Upaya peningkatan kualitas panen ini merupakan langkah fundamental dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar minyak sawit global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp