Kyiv, Ukraina – Serangan rudal balistik Rusia menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada hari Selasa (19/3/2024), menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Serhiy Popko, mengonfirmasi insiden tersebut, menyatakan bahwa Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran yang juga mengenai bangunan tempat tinggal warga.
Menurut laporan awal, sedikitnya satu orang dilaporkan tewas akibat gempuran rudal tersebut. Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan segera mendapatkan penanganan medis. Insiden ini kembali menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Pihak berwenang Ukraina segera merespons kejadian ini dengan mengerahkan tim penyelamat dan petugas medis ke lokasi kejadian. Upaya evakuasi dan pertolongan bagi korban dilakukan secepat mungkin. Detail mengenai jumlah pasti korban luka dan tingkat keparahan cedera masih terus dihimpun oleh otoritas setempat.
Serhiy Popko, dalam pernyataannya, menekankan bahwa serangan ini merupakan bukti berlanjutnya agresi Rusia terhadap Ukraina. Ia juga menyoroti bahwa target serangan kali ini termasuk kawasan permukiman, yang berpotensi meningkatkan jumlah korban sipil. Pernyataan ini menggarisbawahi keprihatinan mendalam atas keselamatan warga sipil di tengah konflik yang masih berlangsung.
Pemerintah Ukraina berjanji akan terus melakukan investigasi mendalam terkait serangan ini dan mengupayakan pertanggungjawaban bagi pihak-pihak yang terlibat. Serangan ini kembali memicu seruan internasional untuk segera mencari solusi damai demi mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama dan membawa penderitaan bagi rakyat Ukraina.
