Deniz Undav, penyerang tim nasional Jerman, telah menjelma menjadi sosok sentral yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Kehadirannya sebagai pemain pengganti yang tampil gemilang berhasil membawa Die Mannschaft melangkah gagah ke babak gugur. Namun, di balik sorotan dan pujian yang mengalir deras, tersimpan kisah perjuangan luar biasa seorang Deniz Undav yang pernah merasakan pahitnya kehidupan sebagai buruh pabrik demi mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional.
Pemain berusia 29 tahun ini kini bertengger di papan atas daftar pencetak gol sementara Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang jauh dari bayangan beberapa tahun silam. Dalam laga krusial melawan Pantai Gading yang berakhir dramatis 2-1 untuk kemenangan Jerman pada Minggu (21/6/2026) dini hari WIB, Undav kembali menunjukkan magisnya dengan menyumbangkan dua gol.
Dua gol tersebut tidak hanya memastikan kemenangan Jerman, tetapi juga mengukuhkan dominasi Undav sebagai pemain pengganti yang paling efektif. Total lima kontribusi gol, yang terdiri dari tiga gol dan dua assist dari dua penampilannya sebagai pengganti, menyamai rekor legendaris Roger Milla di Piala Dunia 1990. Catatan impresif ini menempatkan Undav sejajar dengan bintang-bintang dunia seperti Lionel Messi dari Argentina dan Jonathan David dari Kanada dalam daftar top skor sementara, bahkan unggul berkat jumlah assist dan menit bermain yang lebih sedikit.
Perjalanan Undav menuju panggung sepak bola terbesar ini tidaklah mulus. Keraguan sempat menyelimuti kelayakannya masuk skuad Jerman sebelum turnamen bergulir. Hal ini dipicu oleh pernyataan ambisius Undav yang ingin menjadi pemain inti timnas, yang kemudian ditanggapi oleh pelatih Julian Nagelsmann dengan nada meragukan kemampuannya mencetak gol dari menit awal. Meski Nagelsmann kemudian meminta maaf, Undav memilih menjawab keraguan tersebut bukan dengan kata-kata, melainkan dengan performa gemilang di lapangan.
Setiap kali mendapat kesempatan, Undav membuktikan ketajamannya. Hingga kini, ia telah mengemas sembilan gol dalam 11 pertandingan bersama Timnas Jerman. Performa luar biasa ini membuat Nagelsmann kini mulai mempertimbangkan Undav sebagai starter dalam laga-laga mendatang, termasuk kemungkinan melawan Ekuador di pertandingan terakhir fase grup. Nagelsmann mengakui sulit untuk mengubah momentum positif yang tengah dirasakan Undav, mengingat dampaknya yang selalu signifikan setiap kali masuk dari bangku cadangan.
Kisah Undav semakin menyentuh ketika menelisik masa lalunya yang jauh dari kemewahan dunia sepak bola profesional. Pada usia 14 tahun, mimpinya sempat hancur ketika ditolak oleh akademi Werder Bremen. Alasan penolakan tersebut cukup ironis: postur tubuhnya dianggap terlalu kecil untuk masa depan sepak bola. Namun, penolakan itu justru menjadi cambuk baginya untuk tidak menyerah.
Di usia 17 tahun, Undav bergabung dengan Havelse, klub kasta keempat Jerman. Di sinilah titik terendah sekaligus awal perjuangan kerasnya. Ia harus membagi waktu antara lapangan hijau dan pekerjaan penuh waktu di sebuah pabrik. Delapan jam sehari ia habiskan untuk mengoperasikan mesin laser demi memenuhi kebutuhan hidup, karena penghasilan dari sepak bola semi-profesional belum mampu menopang hidupnya.
"Saat Werder mengatakan pada usia 14 tahun bahwa saya tidak punya masa depan bersama mereka karena saya terlalu kecil, hati saya hancur," ungkap Undav dalam sebuah wawancara dengan media Belgia, 7sur7. Ia mengenang betapa beratnya masa muda yang ia jalani, harus bangun sekitar pukul 04.00 pagi untuk bekerja, kemudian berlatih, dan baru tiba di rumah sekitar pukul 20.00. Rutinitas melelahkan itu ia jalani demi uang untuk bertahan hidup, dengan penghasilan mingguan sebagai pemain semi-profesional yang hanya berkisar 120 poundsterling atau sekitar Rp 2,8 juta.
Titik balik karier Undav dimulai pada tahun 2020 ketika ia memutuskan hijrah ke Belgia dan bergabung dengan Union Saint-Gilloise. Bersama klub tersebut, ia berhasil membawa tim promosi ke kasta tertinggi Belgia dan tampil gemilang dengan mencetak 25 gol di musim berikutnya. Performa memukau ini membuka pintu baginya untuk merumput di Premier League bersama Brighton.
Namun, periode awalnya di Inggris tidak serta merta mulus. Ia hanya mampu mencetak lima gol dari 22 penampilan di Premier League pada musim 2022-2023. Kondisi ini membuatnya dipinjamkan ke VfB Stuttgart sebelum akhirnya dipermanenkan pada tahun 2024. Di Stuttgart, Undav menemukan kembali sentuhan magisnya. Musim 2025-2026 menjadi saksi kebangkitannya, di mana ia sukses mengemas 19 gol di Bundesliga, menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua di liga, hanya kalah dari Harry Kane. Performa inilah yang akhirnya membawanya terpanggil memperkuat Timnas Jerman di Piala Dunia 2026.
Nagelsmann, yang sebelumnya lebih mempercayakan Kai Havertz sebagai penyerang utama, kini dihadapkan pada pilihan sulit namun membahagiakan. Penampilan impresif Undav membuka lebar persaingan di lini depan tim. Pelatih Jerman itu memuji kemampuan khusus Undav dalam memanfaatkan ruang ketika pertandingan mulai terbuka. "Ketika pertandingan mulai terbuka, dia sangat bagus dalam bergerak. Dia benar-benar mencapai level tertingginya di Piala Dunia," ujar Nagelsmann, mengutip Reuters.
Meski belum selalu menjadi starter, Nagelsmann meyakini Undav menikmati situasinya saat ini karena ia mampu memberikan kontribusi penting bagi tim. "Setiap pemain ingin bermain sejak awal, tetapi saya pikir dia bahagia dengan situasi sekarang karena dia memainkan peran penting dan kami puas dengan performanya," tambahnya.
Undav sendiri mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaiannya, terutama setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Pantai Gading. "Ini perasaan yang luar biasa. Saya menginginkannya sebelumnya, tetapi tidak berhasil. Mendapatkan trofi ini sangat spesial bagi saya. Namun, yang terpenting adalah kami menang, lolos ke babak berikutnya, dan melihat apa yang akan terjadi," ungkapnya penuh syukur. Kisah Deniz Undav menjadi bukti nyata bahwa mimpi dapat diraih melalui kerja keras, kegigihan, dan keyakinan yang tak tergoyahkan, bahkan ketika jalan yang ditempuh terjal dan penuh rintangan.











