Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Nyeri Dada: Kenali Perbedaan EVAR dan TEVAR dalam Penanganan Gangguan Aorta Jantung

Oleh Muzairi M August 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Nyeri dada yang dirasakan bisa menjadi indikasi awal adanya masalah serius pada jantung atau pembuluh darah, termasuk gangguan pada aorta. Untuk penanganan kondisi ini, terdapat dua prosedur medis utama yang dikenal sebagai EVAR (Endovascular Aneurysm Repair) dan TEVAR (Thoracic Endovascular Aortic Repair). Keduanya menawarkan solusi invasif minimal untuk memperbaiki aneurisma aorta, namun memiliki perbedaan signifikan dalam area penanganan.

Chest Pain Unit Mayapada Hospital menyediakan layanan evaluasi medis yang komprehensif untuk pasien dengan keluhan nyeri dada. Melalui penanganan yang tepat, dokter dapat mengidentifikasi penyebab nyeri dan menentukan intervensi yang paling sesuai, termasuk opsi EVAR maupun TEVAR jika diperlukan.

Perbedaan mendasar antara EVAR dan TEVAR terletak pada lokasi aneurisma aorta yang ditangani. EVAR, atau Endovascular Aneurysm Repair, secara spesifik dirancang untuk mengatasi aneurisma pada aorta abdominalis, yaitu bagian aorta yang terletak di perut. Prosedur ini melibatkan pemasangan stent graft melalui pembuluh darah di pangkal paha untuk menopang dinding aorta yang melemah.

Sementara itu, TEVAR, atau Thoracic Endovascular Aortic Repair, difokuskan pada penanganan aneurisma yang terjadi pada aorta torakalis, yaitu bagian aorta yang melintasi rongga dada. Mirip dengan EVAR, TEVAR juga menggunakan pendekatan endovaskular dengan memasukkan stent graft melalui pembuluh darah, namun dengan rute yang disesuaikan untuk mencapai area dada.

Dr. R. W. Wibowo, Sp.BTKV, FICS, selaku dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan, “Secara umum, EVAR digunakan untuk aneurisma di perut, sedangkan TEVAR untuk yang di dada. Keduanya adalah tindakan minimal invasif yang meminimalkan luka dan mempercepat pemulihan pasien.” Beliau menambahkan bahwa pemilihan antara EVAR dan TEVAR sangat bergantung pada lokasi dan ukuran aneurisma, serta kondisi medis pasien secara keseluruhan.

Prosedur EVAR dan TEVAR menawarkan alternatif yang lebih aman dibandingkan operasi terbuka tradisional, terutama bagi pasien dengan risiko bedah yang tinggi. Dengan kemajuan teknologi medis, kedua teknik ini terus berkembang untuk memberikan hasil yang lebih optimal dan mengurangi potensi komplikasi. Evaluasi dini dan diagnosis yang akurat oleh tim medis profesional di Chest Pain Unit menjadi kunci utama dalam menentukan penanganan terbaik bagi pasien dengan nyeri dada yang dicurigai berkaitan dengan gangguan aorta.

Bagikan: Facebook X WhatsApp