Sunday, 2 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Ube dan Ubi Ungu: Mengenal Perbedaan Fundamental Dua Umbi Bernuansa Ungu

Oleh Muzairi M August 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Seringkali tertukar karena warna ungu yang serupa, ube dan ubi ungu sejatinya adalah dua jenis umbi yang berbeda secara mendasar. Perbedaan ini mencakup asal tanaman, karakteristik fisik, hingga penggunaan kuliner. Pemahaman yang tepat akan membantu masyarakat mengenali dan memanfaatkan keduanya secara optimal.

Ubi ungu, yang secara ilmiah dikenal sebagai *Ipomoea batatas* (varietas ungu), merupakan jenis ubi jalar yang telah lama dikenal di Indonesia. Warnanya yang pekat berasal dari kandungan antosianin yang tinggi. Teksturnya cenderung lebih padat dan rasa manisnya lebih dominan dibandingkan ubi jenis lain. Ubi ungu umum diolah menjadi berbagai hidangan tradisional, seperti kolak, kue lapis, hingga keripik.

Sementara itu, ube, yang memiliki nama ilmiah *Dioscorea alata*, adalah jenis talas-talasan atau keladi. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan memiliki sejarah panjang dalam kuliner di berbagai negara, termasuk Filipina yang sangat identik dengan ube. Berbeda dengan ubi ungu, ube memiliki tekstur yang lebih lembut, sedikit berserat, dan rasa yang lebih ringan, seringkali dengan nuansa gurih atau sedikit nutty. Kandungan patinya lebih tinggi, menjadikannya bahan dasar yang ideal untuk hidangan penutup yang lembut dan creamy.

Perbedaan paling mencolok juga terletak pada penampilannya. Ubi ungu biasanya memiliki kulit yang lebih gelap, terkadang cokelat tua atau keunguan, dengan daging umbi berwarna ungu cerah hingga pekat. Sebaliknya, ube seringkali memiliki kulit yang lebih kasar dan berwarna kecoklatan, dengan daging umbi yang bisa bervariasi dari ungu muda hingga ungu kebiruan, bahkan terkadang putih di bagian tengahnya. Bentuk ube juga cenderung lebih tidak beraturan dibandingkan ubi ungu.

Ahli kuliner, Chef Juna Rorimpandey, pernah menekankan pentingnya membedakan kedua bahan ini. “Jangan sampai keliru, ube itu punya karakter rasa dan tekstur yang unik, sangat berbeda dengan ubi ungu yang kita kenal sehari-hari. Kalau salah pakai, hasil masakan bisa jauh dari harapan,” ujar Chef Juna.

Dalam konteks kuliner modern, ube semakin populer di kancah internasional berkat penggunaannya dalam hidangan seperti es krim ube, kue, dan minuman. Popularitas ini turut mendorong peningkatan kesadaran akan perbedaannya dengan ubi ungu. Dengan memahami karakteristik masing-masing, masyarakat dapat lebih leluasa berkreasi di dapur dan menikmati kekayaan rasa dari kedua umbi bernuansa ungu ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp