Herpes zoster, yang awam kenal sebagai cacar api atau cacar ular, adalah kondisi medis yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster (VZV), virus yang sama penyebab cacar air. Pertanyaan umum yang sering muncul adalah apakah herpes zoster ini menular. Jawabannya, dalam konteks penularan langsung dari penderita ke orang lain yang belum pernah terpapar VZV, adalah tidak.
Namun, pemahaman ini perlu diperjelas. Herpes zoster sendiri bukanlah penyakit yang menular dari satu orang ke orang lain dalam artian klasik seperti flu. Penyakit ini timbul ketika virus VZV yang sebelumnya menetap di dalam tubuh setelah seseorang mengalami cacar air, kembali aktif. Virus ini biasanya menyerang satu sisi tubuh dan bermanifestasi sebagai ruam yang menyakitkan.
Meskipun herpes zoster tidak menular secara langsung, cairan dari lepuh ruam herpes zoster dapat menularkan virus VZV kepada orang yang belum pernah menderita cacar air atau belum divaksinasi cacar air. Orang yang terpapar VZV dari cairan lepuh ini tidak akan menderita herpes zoster, melainkan akan terkena cacar air.
Penjelasan ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jadi, jika seseorang memiliki herpes zoster, mereka tidak akan menularkan herpes zoster kepada orang lain. Namun, jika orang lain yang belum pernah terkena cacar air melakukan kontak langsung dengan cairan dari lepuh herpes zoster, mereka berisiko tertular virus Varicella zoster dan akhirnya menderita cacar air.
Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan herpes zoster sangat krusial. Vaksinasi cacar air dapat mencegah infeksi awal VZV. Bagi mereka yang pernah menderita cacar air, vaksin herpes zoster juga tersedia dan direkomendasikan untuk orang dewasa, terutama yang berusia di atas 50 tahun, untuk mencegah reaktivasi virus dan mengurangi risiko komplikasi.
