Pemerintah Indonesia berencana mengucurkan investasi sebesar USD270 juta, setara dengan Rp4,8 triliun, guna memulihkan kapasitas operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk mengembalikan potensi energi panas bumi di wilayah tersebut ke angka maksimalnya.
PLTP Sarulla, yang merupakan salah satu pembangkit energi panas bumi terbesar di dunia, saat ini mengalami penurunan kapasitas. Pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan kapasitasnya menjadi 330 Megawatt (MW), yang sebelumnya sempat terganggu. Angka investasi yang disiapkan menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mengoptimalkan sumber energi terbarukan.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, mengonfirmasi rencana investasi ini. “Kita akan mulai tahun ini dengan melakukan studi kelayakan dan persiapan lainnya terkait dengan pemulihan capacity factor PLTP Sarulla,” ujar Dadan Kusdiana pada Selasa (26/3/2024).
Dadan menambahkan bahwa investasi ini tidak hanya bertujuan untuk memulihkan kapasitas yang ada, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan operasional PLTP Sarulla dalam jangka panjang. “Kita akan melihat bagaimana kita bisa meningkatkan keandalan dan efisiensi pembangkit ini,” jelasnya.
PLTP Sarulla sendiri terdiri dari tiga unit pembangkit: Unit I (110 MW), Unit II (110 MW), dan Unit III (110 MW). Sebelum mengalami penurunan, total kapasitas terpasang PLTP Sarulla adalah 330 MW. Penurunan kapasitas ini tentu berdampak pada pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara, sehingga pemulihannya menjadi prioritas.
Proyek PLTP Sarulla merupakan hasil kerja sama antara PT Medco Energi Internasional Tbk. dan Ormat Technologies. Investasi baru dari pemerintah ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan yang sudah ada dan mendorong peningkatan produksi energi bersih dari sumber daya panas bumi Indonesia.
Dengan adanya pemulihan kapasitas PLTP Sarulla, diharapkan pasokan listrik di Sumatera Utara dan sekitarnya akan semakin stabil dan andal. Hal ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dalam bauran energi nasional.
