Saturday, 1 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Saham Unggulan Menguat Pekan Ini, Tak Terbendung Net Sell Investor Domestik

Oleh Yohanes August 1, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Di tengah aksi jual bersih investor domestik senilai Rp7,1 triliun sepanjang pekan perdagangan 27-31 Juli 2026, sejumlah emiten justru berhasil mencatatkan lonjakan harga saham yang signifikan. Performa positif ini menempatkan mereka di jajaran top gainers Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini.

Meskipun pasar saham dibayangi oleh tren divestasi investor lokal, pergerakan harga saham beberapa perusahaan menunjukkan ketahanan dan daya tarik tersendiri di mata pelaku pasar. Hal ini mengindikasikan adanya faktor fundamental atau katalis spesifik yang mendorong kenaikan saham-saham tersebut, terlepas dari sentimen pasar yang lebih luas.

Secara spesifik, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi sorotan utama. BBCA tercatat sebagai saham dengan kenaikan tertinggi, melonjak 21,41% ke level Rp10.150 per saham. Diikuti oleh BMRI yang menguat 17,75% ke posisi Rp12.275.

Saham emiten lain yang turut meramaikan jajaran top gainers antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan penguatan 15,38% menjadi Rp3.400. PT Astra International Tbk (ASII) juga mencatat performa impresif dengan kenaikan 11,96% ke level Rp5.000.

Selain itu, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil menguat 10,77% ke Rp11.300, sementara PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kenaikan 9,87% ke harga Rp4.600. Pergerakan positif juga terlihat pada saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang menguat 7,75% ke Rp15.475, serta PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 7,62% ke Rp2.410.

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga menunjukkan tren positif dengan penguatan 6,55% ke level Rp27.900, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) melengkapi daftar top gainers dengan kenaikan 6,45% ke harga Rp2.300.

Pergerakan harga saham yang positif dari emiten-emiten tersebut terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang mencatat total nilai transaksi sebesar Rp40,63 triliun dengan volume 76,67 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan mencapai 4,66 juta kali.

Meskipun investor domestik melakukan aksi jual bersih, data dari PT Indo Premier Sekuritas mencatat bahwa investor asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp7,33 triliun. Aktivitas beli bersih oleh investor asing ini diduga menjadi salah satu faktor penopang kenaikan harga saham emiten-emiten unggulan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp