PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan energi bersih di Indonesia. Kali ini, perusahaan energi pelat merah tersebut menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama yang berfokus pada pemanfaatan sampah menjadi sumber energi rendah karbon.
Kesepakatan ini secara spesifik mengarah pada pengembangan ekosistem pengolahan sampah menjadi hidrogen rendah karbon. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus berkontribusi pada transisi energi bersih yang sedang digalakkan pemerintah.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pertamina dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Februari 2024. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin.
Dalam sambutannya, Nicke Widyawati menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam memperkuat ekosistem energi bersih nasional. “Melalui kolaborasi ini, Pertamina berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem energi bersih nasional. Kami percaya bahwa dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, proyek pengolahan sampah menjadi hidrogen rendah karbon ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Nicke.
Lebih lanjut, Nicke menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan target Pertamina untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi merupakan salah satu strategi kunci dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong ekonomi sirkular.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyambut baik kerja sama ini. Ia mengungkapkan apresiasinya atas peran aktif Pertamina dalam upaya percepatan transisi energi bersih di wilayahnya. “Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama dengan Pertamina ini. Pengolahan sampah menjadi hidrogen rendah karbon merupakan terobosan yang tidak hanya akan membantu mengatasi masalah sampah di Jawa Barat, tetapi juga membuka peluang baru dalam penyediaan energi bersih yang berkelanjutan,” kata Bey Machmudin.
Bey Machmudin menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola sampah secara lebih produktif dan ramah lingkungan. Potensi sampah yang melimpah di Jawa Barat diharapkan dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai tambah, sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Proyek ini nantinya akan mencakup berbagai tahapan, mulai dari studi kelayakan, pengembangan teknologi, hingga implementasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Pertamina dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bekerja sama erat dalam memastikan setiap aspek proyek berjalan sesuai dengan standar lingkungan dan keselamatan yang tinggi.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina dalam memperluas portofolio energi bersihnya dan mempertegas posisinya sebagai pemain kunci dalam transisi energi di Indonesia. Dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pertamina optimis dapat mewujudkan visi energi bersih yang berkelanjutan.
