Friday, 31 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Boreout: Ancaman Baru di Tempat Kerja Selain Burnout

Oleh Muzairi M July 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kondisi mental karyawan di tempat kerja kini tidak hanya dihadapkan pada ancaman burnout, melainkan juga fenomena baru yang dikenal sebagai boreout. Meskipun kedua kondisi ini memiliki akar penyebab yang berbeda, dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis pekerja tak kalah mengkhawatirkan.

Boreout, sebuah istilah yang mulai populer, menggambarkan kondisi kejenuhan ekstrem akibat kurangnya stimulasi atau tantangan dalam pekerjaan. Berbeda dengan burnout yang disebabkan oleh beban kerja berlebihan dan stres kronis, boreout justru muncul dari rasa bosan yang mendalam karena tugas yang monoton, tidak berarti, atau terlalu mudah.

Fenomena ini pertama kali diperkenalkan oleh para penulis asal Swiss, Peter Werderber dan Marc Weinmann, dalam buku mereka yang berjudul “Boreout: Overfilling the Void”. Mereka menjelaskan bahwa rasa bosan yang berkepanjangan dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan, sama halnya dengan kelelahan mental akibat burnout.

Gejala boreout dapat bervariasi, namun umumnya meliputi hilangnya minat terhadap pekerjaan, perasaan tidak dihargai, penurunan motivasi, hingga munculnya gejala fisik seperti sakit kepala atau gangguan tidur. Karyawan yang mengalami boreout mungkin merasa terjebak dalam rutinitas yang tidak memberikan ruang untuk berkembang atau berkontribusi secara berarti.

Dalam konteks ini, penting bagi perusahaan untuk mengenali dan mengatasi kedua ancaman tersebut. Solusi untuk burnout seringkali berfokus pada manajemen beban kerja dan dukungan psikologis. Sementara itu, penanganan boreout memerlukan strategi yang berbeda, seperti pemberian tugas yang lebih menantang, peluang pengembangan diri, atau rotasi pekerjaan untuk menjaga keterlibatan karyawan.

Para ahli menyarankan agar perusahaan proaktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan merangsang. Hal ini mencakup evaluasi berkala terhadap kepuasan kerja karyawan, identifikasi kebutuhan akan tantangan baru, serta penerapan program-program yang mendukung pertumbuhan profesional. Dengan demikian, perusahaan dapat membantu mencegah kedua kondisi yang dapat merusak produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerjanya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp