Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam akan memboikot Piala Dunia di masa depan menyusul penolakan terhadap proposal investasi dari FIFA. Keputusan ini diambil setelah 55 asosiasi anggota UEFA secara bulat menyepakati langkah tersebut, menegaskan bahwa “Piala Dunia tidak untuk dijual”.
Ancaman boikot ini muncul sebagai respons terhadap rencana FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, terkait proposal investasi yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan sepak bola Eropa. UEFA berpendapat bahwa proposal tersebut berpotensi merusak integritas dan komersialisasi turnamen terbesar di dunia tersebut.
Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai dampak jangka panjang dari rencana FIFA. “Kami tidak dapat menerima bahwa turnamen terbesar di dunia menjadi aset yang dapat diperjualbelikan,” ujar Čeferin dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah pertemuan Komite Eksekutif UEFA pada 2 Desember 2021.
Menurut UEFA, proposal investasi yang diajukan oleh FIFA berisiko menguntungkan segelintir pihak tanpa mempertimbangkan kesejahteraan sepak bola secara global. Organisasi yang berbasis di Nyon, Swiss ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai olahraga dan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh FIFA mengutamakan kepentingan seluruh federasi anggota, bukan hanya segelintir negara atau pihak.
Lebih lanjut, UEFA menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah drastis jika FIFA bersikeras melanjutkan rencananya. “Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi masa depan sepak bola dari komersialisasi yang berlebihan dan keputusan yang hanya menguntungkan segelintir orang,” tegas juru bicara UEFA.
Ancaman boikot ini menjadi sinyal kuat dari UEFA mengenai penolakan mereka terhadap apa yang dianggap sebagai upaya FIFA untuk mendominasi dan mengontrol sepak bola global demi keuntungan finansial semata. Pertemuan antara UEFA dan FIFA diharapkan segera dilakukan untuk mencari solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, sebelum ketegangan ini semakin memanas dan berdampak pada jalannya turnamen sepak bola internasional.
